Dua Hasil Survei: Masyarakat Inginkan Syamsuar Jadi Gubernur Riau

Dua Hasil Survei: Masyarakat Inginkan Syamsuar Jadi Gubernur Riau

31 Juli 2017 - 09:31:00 WIB | Oleh: Redaksi Riau
Drs H Syamsuar MSi.
RiauKepri.com, PEKANBARU-- Drs H Syamsuar MSi kembali dikehendaki masyarakat Riau untuk menjadi Gubernur Riau. Jika sebelumnya Indonesia Network Election Survei (INES) menempatkan Bupati Siak ini paling dikehendaki masyarakat untuk memimpin Bumi Lancang Kuning ini, kali ini hasil yang sama juga ditunjukkan Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI).

Survei LKPI yang mengusung tema "Mengukur Tingkat Elektabilitas Para Tokoh di Riau Sebagai Gubernur Riau,''  menetapkan 1.547 responden tersebar secara proporsional sesuai jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada setiap kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

LKPI mengklaim survei mereka lakukan dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error plus minus 2,47 persen dan dilakukan mulai 16 Juli hingga 26 Juli 2017. Jajak Pendapat ini menghasilkan beberapa temuan terkait tokoh yang dikenal, diterima, dan dianggap mampu serta dipilih sebagai Gubernur Riau untuk lima tahun mendatang, 2019-2024.

Popularitas
1. Achmad (mantan Bupati Rohul 2 priode) 76,3 persen.
2. Bupati Siak, Syamsuar, 75,2 persen.
3. Gubernur Riau, 71,2 persen.
4. Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT, 69,9 persen.
5. Ketua DPRD Riau, Septina Primawati,  69,7 persen.
6. Bupati Pelalawan, Muhamad Harris,  69,3 persen.
7. Bupati Kampar, Jefri Noor 67,4 persen.
8. Anggota DPR RI Lukman Edy, 67,1 persen.
9. Mantan Bupati Kuansing Sukarmis, 64,2 persen.
10. Mantan Bupati Indragiri Hilir (INhil) Indra Muchlis Adnan, 66,3 persen.
11. Anggota DPR RI, Nurzahedi Tanjung, 64,3 persen.
12. Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto 64,2 persen.
13. Anggota DPRD Riau, Kordias Pasaribu 63,6 persen.
14. Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir 63,2 persen.

Akseptabilitas

1. Syamsuar  83,4 persen.
2. Achmad 78,3 persen.
3. Septina Primawati 77,2 persen.
4. HM Harris 76,3 persen.
5. Firdaus 74,6 persen.
6. Arsyadjuliandi Rahman 73,3 persen.
7. Lukman Edy 71,6 persen.
8. Jefri Noer 68,6 persen.
9. Sukarmis 66,4 persen.
10. Indra Muchlis 66,2 persen.
11. Nurzahedi Tanjung 59,3 persen.
12. Yopie Arianto 58,2 persen.
13. Kordias Pasaribu 56,3 persen.
14. Irwan Nasir 54,3 persen.

Layak dan Kepercayaan
Dalam rilisnya, Direktur Eksekutive LKPI, Arifin Nurcahyono, mengatakan bahwa pihaknya juga memberi pertanyaan tokoh mana dianggap layak dan dipilih sebagai Gubernur Riau, jika Pilgub diadakan hari ini dan mereka bisa menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi serta kesejahteraan Masyarakat Riau, dari 1.547 warga Riau memilih dan tidak memberikan pilihan sebanyak 9,4 persen.

1. Syamsuar 27,1 persen.
2. Achmad 15,2 persen.
3. Arsyadjuliandi Rahman 6,6 persen.
4. Jeffri Noer 6,4 persen.
5. Firdaus 5,7 persen.
6. HM Harris 5,6 persen.
7. Lukman Edy 5,4 persen.
8. Septina Primawati 5,1 persen.
9. Indra Muchlis 3,4 persen.
10. Yopi Arianto 2,9 persen.
11. Sukarmis 2,8 persen.
12. Nurzahedi Tanjung 1,7 persen.
13. Kordias Pasaribu 1,4 persen.
14. Irwan Nasir 1,3 persen.

Ketika ditanyakan pertanyaan, kriteria Gubernur Riau seperti apa diinginkan warga Riau, jawaban dari para responden terdapat indikator kualitas personal paling penting bagi seorang cagub. Kualitas personal tersebut di antaranya bisa dipercaya, satu dalam kata dan perbuatan, tidak pernah melakukan atau diopinikan pernah melakukan KKN, tidak pernah atau diopinikan melakukan tindakan kriminal, diyakini mampu memimpin Provinsi Riau dan pemerintahan, dan terakhir, dipercaya mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan yang berbeda.

"Hasilnya, 83 persen responden memilih cagub jujur dan bisa dipercaya, diikuti 76 persen calon gubernur tidak pernah melakukan KKN, dan 86,3 persen cagub tidak pernah melakukan tindak kriminal," jelas Arifin.

Sementara itu, tuturnya, dari ukuran kapabilitas, 87 persen responden menganggap sangat penting seorang calon Gubernur Riau yang mampu memimpin Riau dan pemerintahan. Sisanya, 63 persen memilih cagub yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas.

Terakhir, dari ukuran akseptabilitas, 81,3 persen responden memilih cagub mampu berdiri di atas kepentingan semua kelompok atau golongan berbeda-beda. Sedangkan 87,3 persen memilih cagub tidak punya masalah tertentu yang dapat memunculkan penolakan masyarakat. (RK1/ro)
Berita Terkait
Berita Terpopuler
Back To Top