Kompol Alamsyah, Dari Penarik Beja Sampai Buka Usaha Cuci Mobil

Kompol Alamsyah, Dari Penarik Beja Sampai Buka Usaha Cuci Mobil

08 Februari 2015 - 09:09:54 WIB | Oleh: Administrator
Kompol Alamsyah

RiauKepri.com, PEKANBARU – Di cucian mobil yang tidak terlalu megah, yang terletak di Jalan Rambutan (depan kantor PTPN V), Pekanbaru, tiga orang lelaki sedang asik bercerita di kursi tunggu. Seorang lelaki mengenakan kaos oblong berwarna biru, berdiri lalu melangkahkan kaki ke mobil yang sudah siap di cuci. Dengan sigap, lelaki paruh baya itu, menurunkan mobil dari tempat cucian mobil, dan kemudian memakirkannya di tempat pengeringan mobil.

Beberapa saat kemudian, lelaki paruh baya mengenakan kaos berwarna biru pun kembali, dan melanjutkankan cerita. RiauKepri.com pun menghampiri dan bertanya nama Alamsyah, sebab selama ini riaukepri.com belum mengenalnya. Lelaki mengenakan kaos berwarna biru pun menyorongkan tangannya. Dengan ramah, dia mengenalkan namanya. “Saya Alamsyah,” ujar lelaki itu dengan dialek Melayu yang kental.

Inilah Kompol Alamsyah, dengan kesederhanaan dan keakraban, dia pun berkisah tentang Melayu. Lelaki kelahiran Tanah Lut, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, 53 tahun yang lalu ini, tetap memperthankan bahasa Melayu dimanapun dia berada. Bagi Alamsyah Melayu tidak dapat dipisahkan dari hidupnya. Untuk itulah, kalau bercerita tentang Melayu, berjam-jam akan dilayaninya.

“Saya ini orang Melayu asli, lahir di Selatpanjang. Memang Melayu tolen saya ni,” ucap Alamsyah dengan bersemangat.

Lelaki yang pernah bertugas menjadi Kapolsek di berbagai tempat di Riau ini, menceritakan bahwa orang Melayu sangat mudah bergaul. Namun demikian, orang Melayu, kata Alamsyah, sangat susah pula bersatu.

“Kita ni sangat terbuka dan bergaul mudah, tapi orang Melayu payah bersatu sesama Melayu. Hal inilah menyebabkan orang Melayu selalu tertinggal. Saya berharap sesama Melayu harus kompak, sehingga Melayu menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Alamsyah.

Alamsyah menilai, orang Melayu harus berjuang dan berkerja keras untuk membangkitkan Melayu ini. Setelah sukses, kata Alamsyah, saling menolong haruslah ditingkatkan. Hal ini merupakan modal dasar untuk membangun kebersamaan.

“Jangan lagi kita memandang orang yang punya jabatan saja. Kita ini sama, kebersamaan harus tetap kita jaga,” jelas Kasubdid Barang Bukti di Polda Riau ini.

Sebenarnya Alamsyah engan menceritakan masa lalunya, namun ketika riaukepri.com terus menggiring ke masa lalu, Alamsyah pun akhirnya menceritakan.

“Masa lalu saya, terutama masalah ekonomi sangatlah pahit. Orang tua lelaki saya meninggal ketika saya masih kecil. Ibu sayalah yang menjadi tulang punggung keluarga. Waktu SMA, sambil sekolah saya menarik beja. Selain itu saya juge menjula es tontong keliling,” kenang Alamsyah.

Himpitan ekonomi inilah menjadikan Alamsyah tetap bersemangat untuk berusaha. Tamat sekolah, Alamsyah berkeinginan menjadi polisi, dan untuk mewujudkan cita-citanya, ia menjual bejanya. “Waktu itu dapatlah duit Rp 200.000. Inilah modal saya ke Pekanbaru dan masuk polisi. Alhamdulillah, saya lulus,” cerita Alamsyah lagi.

Dengan semangat dan kerja keras, walaupun kini dirinya sudah berpangkat Kompol, Alamsyah tetap berusaha dengan membuka cucian mobil di Pekanbaru. “Kita harus berkerja keras. Masa lalu jadikan pelajaran untuk kita meraih kesuksesan,” ujar bapak tujuh anak ini. (HK/ASG)

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Back To Top