Syamsuar 'Menyulam' Kembali Hubungan Siak-Langkat

Syamsuar 'Menyulam' Kembali Hubungan Siak-Langkat

07 Agustus 2017 - 11:43:00 WIB | Oleh: Redaksi Riau
Drs H Syamsuar MSi saat beriarah ke makam tuan guru di Langkat.
RiauKepri.com, PEKANBARU--Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, tidak hanya melakukan ziarah ke makam Tuan Syech Haji Wahab Rokan di Besilam Langkat dan T Amir Hamzah di Tanjung Pura, Langkat. Namun dia juga menyulam kembali sejarah Kerajaan Melayu Islam antara Siak dengan Langkat.

Syamsuar tau betul akan sejarah sehingga kedadatangannya ke Langkat, Sumatra Utara, pada Sabtu (05/08/2017) lalu, itu sebuah upaya mengenal jadi diri, memperpanjang tali silaturahami sehingga sejarah tak hilang di bumi dan tentunya menjadi khazanah yang harus dikenang serta diketahui anak dan cucu nantinya.

Antara Siak dengan Langkat, kata Syamsuar, ada hubungan sejarah. Hal ini bisa dilihat bahwa di Langkat ada rumah persinggahan Sultan Siak. ''Ini bukti yang menunjukan bahwa dalam masa pemerintahan Sultan Siak, dulu sering berkunjung ke Langkat,'' kata Syamsuar.

Dalam berbagai informasi yang dirangkum, konon Siak pernah menganggap Langkat sebagai wilayahnya, hal ini tertuang dalam Traktat Siak. Apa lagi ketika itu, Belanda meminta agar Siak menyerahkan daerah kekuasaannya, di antaranya Kerajaan Langkat.  

Dalam Traktat Siak itu, otonomi Kerajaan Siak tetap diakui Belanda namun beberapa daerah milik Siak harus diserahkan kepada Belanda. Keduabelas kekuasaan Siak itu antara lain, Kota Pinang, Pagarawan, Batu Bara, Badagai, Kualiluh, Panai, Bilah, Asahan, Serdang, Langkat, Temiang, serta Deli.

Silsilah Sultan Siak disebutkan juga, ada hubungan antara Kesultanan Siak dengan Sultan Langkat yang berasal dari Suku Karo. Pada 27 Oktober 1912, Sultan Syarif Kasim II menikah dengan Syarifah Latifah, putri Tengku Pangeran Embung. Dia menjadi Permaisuri I dari Sultan Syarif II. Ayah Syarifah Latifah adalah saudara dari Sultan Langkat atau dapat dikatakan Sarifah Latyfah yang menjadi Permaisuri I dari Sultan Syarief II adalah orang Langkat.

Diketahui oleh khalayak luas dan diakui oleh keluarga Sultan Langkat sendiri, Sultan Langkat adalah seorang keturunan Karo dari merga Perangin-angin Kutabuluh sehingga dia bersaudara dengan Sibayak Kutabuluh. Ayah dari Permaisuri I yang orang Langkat ini menetap di Siak hingga dimakamkan di Pemakaman Kesultanan.

''Sejarah harus kita sulam kembali agar kita tau akan diri. Sebab, majunya suatu daerah atau bangsa ini, karena kita menghargai sejarah. Kita harus bercermin dari peristiwa silam sehingga kita tau apa yang hendak diperbuat demi kepentingan rakyat,'' kata Syamsuar. (RK1/berbagai sumber)
Berita Terkait
Berita Terpopuler
Back To Top