PekanbaruRiau

Dosen Unilak Kembali Toreh Prestasi Internasional, 60 Naskah Melayu Kuno Digitalisasi

RiauKepri.com, PEKANBARU– Tiga dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak), Dr Junaidi, Fikru M.IP dan Iik Idayanti, M.Hum berhasil meraih dana hibah dari British Library dari negara Inggris. British Library merupakan lembaga perpustakaan milik pemerintah Inggris.

Dr. Junaidi menyatakan, bahwa keberhasilan dosen Unilak meraih dana hibah ini membuktikan adanya kepercayaan institusi luar negeri terhadap kemampuan dosen Unilak. Ini tentu saja menjadi motivasi bagi dosen-dosen Unilak untuk meraih prestasi di luar negeri.

Menurut salah satu dosen FIB Unilak yang juga peneliti Fikru Mafar M.IP, latar belakang lolos hibah, proses hibah, diawali dengan adanya pengumuman disitus British Library tentang dana hibah dibidang digitalisasi naskah dan kemudian tiga peneliti Unilak mengajukan proposal.

“Diakhir tahun 2017 kita dapat pengumuman dari situs dan lolos dana hibah. Dari pengumuman itu dana hibah diberikan untuk 24 peneliti dan lembaga di seluruh dunia, Indonesia hanya dua yang menerima, salah satunya tiga Dosen Unilak,” ujar Fikru.

Fikru menjelaskan bahwa di Riau banyak naskah Melayu kuno yang tersebar di masyarakat. Oleh karena itu pihaknya melakukan penelitian di Kabupaten Kampar, naskah-naskah kuno yang telah berusia 200-300 tahun itu kemudian kita digitalisasi, dan proses itu berlangsung dari bulan Oktober sampai April.

“Alhamdulillah telah selesai, hasilnya ini akan dilaporkan kepada British Library dan disimpan disana. Kita juga berkewajiban untuk menyimpan di universitas kemudian juga akan kita serahkan juga ke dinas kebudayaan dan mesum di Riau” ujar Fikru yang wakil dekan II FIB Unilak.

Selama proses digitalisasi, ketiga peneliti ini juga dibantu Jefri dan Iswanto untuk keluar masuk kampung yang tersebar di Kabupaten Kampar, seperti Bangkinang, Air Tiris dll.

BACA JUGA :  Syabas, Unilak Bangun Gedung Pascasarjana 5 Lantai

“Selama 7 bulan meneliti kita mendapatkan hibah dalam mata uang poundsterling, kita menerima 60 naskah kuno Melayu, yang telah berusia 200-300 tahun dan telah digitalisasi, dari penelusuran ini ternyata Riau menyimpan banyak sekali naskah kuno dan budaya berupa tulisan tangan, seperti di Bangkinang, Air Tiris, Bukit Ranah,
Naskah ini kebanyakan disimpan oleh masyarakat secara turun temurun. Penelitian untuk pengajuan atas nama peneliti dan tetap sepengetahuan Institusi Universitas Lancang Kuning” tutup Fikru.

“Program digitalisasi naskah kuno ini sengaja kami persembahkan untuk kemajuan kebudayaan di Provinsi Riau. Kami terus berupaya untuk mengangkat budaya Melayu ke dunia internasional” ungkap Dr. Junaidi yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara Wilayah Riau. (can)

Tags
Show More

Related Articles

1 thought on “Dosen Unilak Kembali Toreh Prestasi Internasional, 60 Naskah Melayu Kuno Digitalisasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *