“Karena Pak Syamsuar Maju, Kami tak Jadi Golput”

RiauKepri.com, ROHIL-Marsidi begitu bersemangat bercerita tentang Pilkada 10 tahun lalu yang sudah dilalui warga Desa Simpang Kanan, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rohan Hilir (Rohil). Dan dia juga masih terniang janji para calon ketika itu, bahwa jalan di desa akan dibangun.

Namun, janji tinggal janji. Begitu jabatan sudah diperoleh sang calon lupa semuanya. Lima tahun lalu ketika Pak Anas Makmun maju, kata Marsidi, juga janji membangun jalan di Kecamatan Simpang Kanan, sehingga dia menang 70 persen.

“Sayangnya, Pak Anas ada musibah sehingga tidak bisa memenuhi janjinya. Tapi, kenapa yang melanjutkan tugas Pak Anas tidak memenuhi janjinya,” tanya Marsidi.

Karenanya, kata Marsidi, orang sekampungnya dalam Pilkada Riau 2018 ini sudah ingin Golongan Putih (Golput), tidak mau memilih, karena warga Kecamatan Simpang Kanan sudah bosan dengan janji. Namun, setelah melihat trade record Pak Syamsuar sebagai Bupati Siak yang luar biasa, warga kembali bangkit mengharapkan pembangunan jalan menuju Baganbatu sekitar 35 kilo.

Baca Juga :  Terbukti Bersalah, Mantan Kadishub Bengkalis Divonis 1,4 Tahun

“Karenanya, kami sangat mengharapakan kepada Pak Syamsuar untuk memperhatikan pembangunan jalan di kampung kami, dan kami tidak mau dibohong tiga kali,” ujar Marsidi.

Marsidi yang secara fisik baru sekali bertemu dengan Syamsuar sepekan lalu, ketika calon nomor urut nomor 1 ini menggelar kampanye dialogis di kampungnya, juga dengan sukarela mengsosialisasi sosok Syamsuar kepada warga.

“Saya yakin, Pak Syamsuar dan Edy Nasution orangnya baik. Pasangan ini mampu membawa perubahan terhadap Riau agar lebih baik lagi. Karenanya saya secara sukarela siap untuk memenangkan Pak Syamsuar,” ujar Marsidi.

Baca Juga :  Calon Wako dan 2 Pejabat ASN di Riau Jadi Tersangka

Dalam berbagai kesempatan kampanye dialogis, Syamsuar selalu menyampaikan bahwa pembangunan jalan dan perbaikan jalan adalah salah satu prioritas kerjanya jika diamanahkan menjadi Gubernur Riau.

“Jalan adalah urat nadi perekonomian, jika rusak maka hal ini akan menjadi penyumbang kemiskinan,” kata Syamsuar.

Dalam kampanye dialogisnya, Syamsuar baru mengikat janji jika apa yang menjadi keinginan masyarakat itu masuk akal dan memang dibutuhkan.

“Saya tak mau berjanji bila tak masuk akal, sebab janji itu tidak hanya saya pertanggung jawabkan kepada masyarakat tapi juga kepada Allah SWT,” ucap Syamsuar.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan: Menunggak Diatas 2 Tahun Hanya Bayar 24 Bulan

Desa Simpang Kanan, Kecamatan Simpang Kanan, adalah daerah perbatasan Riau dengan Sumatera Utara, karenanya kata Syamsuar, daerah ini adalah wajah depan Riau. Artinya, daerah ini adalah marwah dan martabad bagi Riau. Seharusnya, pembangunan di daerah ini, terutama yang menjadi kebutuhan masyarakat harus memdapat perhatian khusus dari pemerintah.

“Insya Allah, jika nantinya saya diamanahkan menjadi Gubernur Riau, maka saya akan membangun Riau lebih baik lagi dan bermarwah,” ungkap Syamsuar. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *