Mahasiwa Kumpulkan Koin Buat Bayar Nunggak Lampu Jalan Rp 37 M

RiauKepri.com, PEKANBARU- Sekelompok mahasiswa tampak membawa kotak di Jalan Sudirman, Pekanbaru.l, Selasa (26/6/2018). Kaum intelektual ini memungut sumbangan, mengumpulkan uang koin untuk membantu Pemerintah Kota Pekanbaru membayar tunggakan lampu jalan sebesar Rp37 miliar.

Diketahui, dalam sepekan ini jalan protokol Kota Pekanbaru gelap gulita di malam hari karena lampu penerangan jalan umum dimatikan Perusahaan Listrik Negara.

Aksi mahasiswa ini juga merupakan sindiran dan kekecewaan terhadap Pemko Pekanbaru di bawah pimpinan Walikota Firdaus. Sebab, massa merasa sudah membayar pajak listrik untuk PJU, namun Pemko Pekanbaru tidak membayarkan uang pajak itu ke PLN.

Baca Juga :  Handphone Meledak, Pegawai di Kantor Gubernur Riau Dilarikan ke Rumah Sakit

“Ini sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap Pemkot Pekanbaru yang tidak membayar utang PJU Rp 37 miliar. Pelanggan PLN di Pekanbaru ini sudah dipungut pajak penerangan jalan setiap bulannya, kok malah nungggak bayarnya,” ujar kordinator aksi, Rusdi.

Rusdi mengatakan, hasil kumpul koin itu akan diserahkan ke Walikota Pekanbaru agar segera melunasi utang dengan PLN. Hal itu dirasa sangat penting mengingat Kota Pekanbaru gelap gulita selama sepekan dan berpotensi aksi kejahatan.

‎”Nanti hasilnya kami serahkan ke kantor Walikota Pekanbaru, berapa pun hasilnya, supaya segera terang kota kami ini,” ketusnya.

Baca Juga :  MTQ ke 43 Kabupaten Bengkalis Resmi Ditutup, Tahun Depan Mandau Tuan Rumah

Meski APBD Kota Pekanbaru mencapai Rp 2,4 triliun, namun mahasiswa tetap ingin membantu pemerintah untuk membayar tunggakan listrik PJU.

“Kita coba bantul dengan melakukan aksi solidaritas kumpul koin. Supaya ada tambahan pemerintah kita untuk bayar utang listrik,” kata Rusdi.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Pekanbaru menunggak listrik PJU sebesar Rp 37 Miliar selama 3 bulan, April, Mei dan Juni. Imbasnya, sejumlah jalan protokol seperti jalan Jenderal Sudirman, jalan Arifin Ahmad, Tuanku Tambusai, Kartama dan jalan lainnya gelap gulita di malam hari. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *