Polmark Indoensia Difitnah, Elektabilatas Syamsuar Tetap Teratas

RiauKepri.com, PEKANBARU– Sehari menjelang hari pencoblosan, Selasa (26/6/2018) pemilihan kepala daerah Provinsi Riau, lembaga survei Polmark Indonesia dihantam fitnah. Bentuknya, beredar luas tabel elektabilitas paslon yang memenangkan pasangan nomor urut 4, Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno.

Dari tabel survei yang diperoleh wartawan di sejumlah media sosial, terutama WhatApp, jelas tampak editan dari tabel elektabilitas yang sebelumnya sudah dikeluarkan Polmark Indonesia pada tanggal 20 Juni 2018 dalam jumpa pers di sebuah hotel yang berada di Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Pada survei “haram” yang kini beredar luas itu, untuk meyakinkan orang yang menerima, oknum tak bertanggung jawab tersebut memcantumkan tulisan nama PolMark Indonesia yang berada di bawah lembaran pada di posisi tengah. Sehingga terkesan survei elektabilitas tersebut dikeluarkan oleh Polmark Indonesia.

Baca Juga :  Air Bersih Mimpi Warga Kota Dumai, Akankah Terwujud 2019?

Pihak Polmark Indonesia, dalam hal ini Direktur Operasional Polmark Indonesia, Maikal Febriant, ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa survei tabel elektabilitas yang memenangkan pasangan nomor 4 menang dan saat ini beredar luas tersebut adalah hoax dan ini fitnah semata.

Hasil survei Polmark Indonesia yang benar yang dilakukan Polmark pada tanggal 5 sampi 11 Juni 2018 dan sudah dirilis pada tanggal 20 Juni 2018, hasil yang sebenarnya adalah pasangan Syamsuar-Edy Nasution unggul dengan angka 27,4 persen.

Sedangkan pasangan nomor urut 2, sambung Maikal, elektabilitasnya sebesar 8,9 persen. Sementara paslon Firdaus-Rusli Efendi 13,3 persen. Calon petahana elektabilitasnya hanya 8,5 persen. Pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 41,9 persen.

Baca Juga :  Ini Ultimatum Zulkifli Hasan untuk Menangkan Syam-Edy

Maikal menyebutkan, pihak Polmark Indonesia jelas dirugikan dan mereka sedang menimbang untuk melakukan langkah hukum pada pihak yang menyebar survei hoax dengan membawa nama Polmark Indonesia tersebut.

“Saya terkejut begitu mendapat hasil survei hoax itu. Astaga, kok ada pihak yang melakukan cara-cara kotor seperti itu. Pihak yang suka menyebar kebohongan seperti ini sangat tidak layak untuk menjadi pemimpin,” ucap Maikal yang saat ini berada di Pekanbaru. (RK1/rls)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *