LAMR Berikan Penghargaan “Jasa Budi” Kepada Lima Tokoh dan Dua Lembaga

LAMR Laksanakan Milad Ke - 48, Musker Ke II dan Halal Bi Halal

Al azhar

RiauKepri.com, PEKANBARU – Dalam rangka Musyawarah Kerja II sekaligus merayakan Milad ke -48 Tahun Lembaga Adat Melayu Riau, LAMR juga melaksanakan Halal Bi halal di Balairung Tenas Effendy, pada Kamis(5/7/18), Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR, Datuk Seri Al Azhar yang didampingi Sekretaris MKA, Datuk H Taufik Ikram Jamil serta ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR, Datuk Seri Syahril Abu Bakar saat komprensi Pers bersama awak media. Rabu(4/7/18).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam satu rangkaian, ada Milad, Musker dan Halal bi halal. Sebenarnya pelaksanaan Milad LAMR ini sengaja kita undur karena terbentur dengan bulan ramadhan dan hari raya Idul fitri.  Maka pada kesempatan inilah kita bisa melakukan kegiatan rangkaian Milad LAMR ke-48 ini,” ungkap Al Azhar

Milad tahun ini akan kita isi dengan agenda khusus dengan pemberian penghargaan “Ingatan Budi” akan mewakahkan(jasa) kepada beberapa orang ataupun lembaga terhadap permatabat adat budaya Melayu. Penghargaan diberikan kepada Lima  orang yang patut dan Dua Lembaga,” ungkap Al Azhar

Baca Juga :  Cegah Covid-19, PT Ivo Mas Tunggal Semprotkan Disinfektan di Sekitar Perusahaan

Adapun 5 orang yang menerima Jasa Budi dan Dua lembaga tersebut yakni,

1. Alm Datuk H Mustamir merupakan khalifah Kuntu dengan jasa budi yakni beliau mewariskan kepada kita sebuah putusan MK nomor 35 tahun 2012 tentang Hutan Adat.

2. Brigjen Purn Shaleh Djasit, atas jasa budi beliaulah Perda Nomor tentang Visi Riau 2020 terbentuk. Karena jasa beliaulah Kita terus mengedepankan Visi Riau 2020 tersebut.

3. H M. Azhali Djohan mantan Ketua LAMR, budi dan jasanya yakni Karena beliaulah pencetus Perda Nomor 1 tahun 2012, Tentang kelembagaan LAMR.

4. Alm Farouq Alwi, mantan Walikota Pekanbaru, apa budi dan jasa Alm,  karena pada masa beliaulah gerbang-gerbang gencar dibuat dan dibangun dengan kata petuah dibeberaa penjuru.

5. Puan Mursida(Puan Pitri) pengrajin tenun Melayu yang berapa di kota Pekanbaru. Karya Tenunnya itu banyak mengandung Filosofi dengan motif-motif Melayu. Karya ini sebuah usaha yang dikerjakan dengan hati, sehingga semangat pelestariannya sangat menonjol.

Baca Juga :  Jangan Asal Unggah di Media Sosial, Pengujar Kebencian Bisa Dilacak Polisi

6. Lembaga, Bank Tabungan Negara(BTN),  budi dan jasa BTN karena pembangunannya masih memiliki motif-motif Melayu, ada Selembayung yang terbuat dengan batu. Arsitektur motif Melayu tersebut masih ada sampai sekarang.

7. Lembaga Angkasa Pura II, jasa dan budinya karena adanya keseriusan pihak angkasa Pura II dengan membangun Gerbang nuansa Melayu serta pihak Angkasa Pura sudah menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa komunikasi di bandara.

Setelah itu, Kita juga mendengarkan kata sarahan oleh Ustad Abdul Somad

yang bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara dengan tema Islam dan Peradaban Melayu,” ujar Al Azhar

Namun pada acara Halal Bi Halal ini,  LAMR juga mengundang pimpinan-pimpinan masyarakat hukum adat, seperti Pimpinan adat Suku anak Rawa, Bonai dan suku lainnya, Lima Raja yang dirajakan oleh masyarakat adat, Khalifah serta tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Teknik Geologi UIR Turut Mensukseskan PIT-IAGI 2018

Sedangkan pada agenda Musker Ke II  merupakan agenda tahunan LAMR yang diatur didlaam AD/RT LAMR. Musker ini juga membahas tentang pemahaman dan penguatan Muatan Lokal Budaya Melayu Riau, Kemudian melakukan konsulidasi terhadap seluruh kepengurusan LAMR agar kedepan LAMR bisa menjadi ujung Tombak bagi masyarakat Melayu Riau.

Datuk Seri Syahril Abu selaku ketua DPH LAMR menambahkan, Ada momentum strategi yang kita rebut dalam acara ini. Kami mewakili LAMR mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Riau yang telah melaksanakan Pilgub 2018 dengan damai dan aman sesuai dengan Warkah LAMR,” ungkap Syahril Abu Bakar. (RK2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *