KM Jelatik 8 Ditahan, Stok Sembako di Meranti Tetap Aman

KM Jelatik 8

RiauKepri.com, PEKANBARU- Meskipun Kapal Motor (KM) Jelatik 8 yang berlayar dengan rute Selatpanjang-Pekanbaru ditahan oleh pihak otoritas perairan namun tidak mengganggu stok Sembako di Kabupaten Meranti.

Kadis Perindag Kabupaten Kepulauan Meranti, Azza Faroni, mengatakan, tak sampai satu persen barang-barang sembako dari Pekanbaru yang diangkut KM Jelatik 8 ke Selatpanjang sebagai ibu kota Kabupaten Meranti.

Namun diakuinya, memang ada pedagang sayur dan Sembako lainnya yang menggunakan KM Jelatik 8 sebagai alat transportasi mereka untuk berdagang ke Selatpanjang. “Jumlahnya hanya 0 sekian persen lah,” beber Azza.

Baca Juga :  Mau Tau Susahnya Warga Siak Ini Mengedukasi Penerapan KB, Begini Ceritanya

Sekarang, jelas Azza, pedagang ataupun pengusaha Sembako di Selatpanjang rata-rata menggunakan kapal kargo sendiri untuk membawa dagangan mereka dari Pekanbaru ke Selatpanjang.

“Barang kali yang terasa ditahannya KM Jelatik 8 ini penumpang yang membawa kendaraan roda dua atau membawa barang pindahan. Sebab, hanya kapal ini satu-satunya yang rutin berlayar dari Selatpanjang ke Pekanbaru atau sebaliknya,” ucap Azza.

Sengaimana diketahui, KM Jelatik 8 diamankan atau dihentikan rutenya oleh otoritas perairan karena ditemukan memuat penumpang berlebihan.

“Untuk sementara, pengoperasian KM Jelatik 8 dihentikan sampai proses hukum selesai. Tiga orang juga kita mintai keterangannya, termasuk nakhoda,” kata Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino dalam jumpa persnya di Pelabuhan Sungai Duku – Pekanbaru, Rabu (11/7/2018) siang.

Baca Juga :  Polisi Dikabarkan OTT Pungli di STAIN Bengkalis

Saat dicegat oleh KRI Pulau Rusa – 726 di Perairan Kuala Siak pada Senin lau, terdapat sekitar 273 penumpang di dalamnya, padahal dalam manifest hanya berjumlah 113 orang, dengan daya tampung kapal hanya 165 penumpang.

“Ini tentunya membahayakan keselamatan penumpang di dalamnya,” ucap Danlanal Dumai. Apalagi, belakangan transportasi perairan jadi sorotan publik, pasca serentetan kejadian kecelakaan, salah satunya di Danau Toba, Sumut.

Selain mengamankan kapal dan tiga orang lainnya, aparat juga menyita sejumlah barang bukti yang tidak masuk dalam manifest. Bahkan diantaranya terdapat pelampung yang kondisinya sudah tak layak pakai.

Baca Juga :  Kecelakaan Kerja, Karyawan PT RSUP Inhil Koma

Secara terpisah, Kadishub Riau M Taufiq OH, menyebutkan, kasus ini mestinya jadi pelajaran penting, agar mengutamakan keselamatan penumpang. “Apa yang kita lakukan sebagai langkah pencegahan menghindari hal yang tak diinginkan. (RK6/grc)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *