KLHK Amankan Asian Games Dari Asap, Tapi di Dumai… 

RiauKepri.com, PEKANBARU– Di Jakarta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkuat sumber daya manusia pengendalian kebakaran hutan sebagai upaya mengamankan helat Asian Games 2018 dari asap. Sementara di Riau, tepatnya di Dumai Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya kabut asap akibat Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla), Kamis (19/7/2018) siang.

“Kondisi ini perlu diwaspadai dan diantisipasi dengan berbagai upaya pencegahan di tingkat tapak, terutama di wilayah Sumatera Selatan, yang menjadi tuan rumah ajang Asian Games 2018 Agustus hingga September nanti,” ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan dalam keterangan tertulis, Kamis (19/7/2018).

Pembentukan dan pelatihan Brigdalkarhutla dilakukan pada lima KPH yaitu; KPH Wilayah I Meranti, KPH Wilayah III Banyuasin, KPH Wilayah IV Sungai Lumpur, KPH Wilayah V Lempuing, dan KPH Wilayah XI Benakat, mulai tanggal 16 – 18 Juli 2018 di Palembang.

Baca Juga :  Tol Permai Diresmikan, Banyak Efek Untung yang Bisa Diraih

Raffles menyampaikan bahwa, menurut prediksi BMKG, bulan September sampai Oktober adalah puncak musim kemarau tahun ini. Ia berharap KPH dapat berperan aktif bersama masyarakat dalam melakukan pencegahan karhutla.

“Brigdalkarhutla ini diharapkan mampu mendukung Brigade Dalkarhutla KLHK-Manggala Agni, dan menjadi penggerak masyarakat sekitar dalam melakukan upaya pencegahan Karhutla,” ucap Raffles.

Dalam pelatihan, personel Brigdalkarhutla diberikan materi-materi antara lain, kebijakan dan dasar-dasar pengendalian karhutla, pencegahan karhutla, pengenalan alat-alat pemadaman, teknik pemadaman, serta penanganan pasca karhutla. Peserta juga melakukan simulasi pemadaman agar benar-benar siap terjun ke lapangan, yang dipandu para kepala Daops Manggala Agni di Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Perancang Perkantoran Pemko Pekanbaru Raih Gelar Doktor di ITS

Sementara soal kejadian Karhutla di kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, api sudah dapat diatasi pada Rabu, (18/7/) kemarin. Ia mengatakan satgas terus berupaya melakukan proses pendinginan di lokasi tersebut. Selain Manggala Agni, ada dua regu yang diturunkan, dari PT. SAP dan Regu Pemadaman Gading Jaya.

Ia melanjutkan berdasarkan satelit NOAA dari Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pada Selasa (17/7/2018), terpantau 34 titik dengan rincian delapan titik di Riau, enam titik di Sumatera Selatan, masing-masing empat titik di Jambi dan Sumatera Barat, tiga titik di Bangka Belitung, serta masing-masing satu titik di Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Aceh, Lampung, dan Bengkulu.

Baca Juga :  Suasana Idul Fitri 1440 H, Bupati Bengkalis Silaturahmi ke Kediaman Kapolda Riau

Hotspot juga terdeteksi oleh satelit TERRA AQUA sebanyak 60 hotspot, dengan rincian 39 titik di Riau, lima titik di Sumatera Utara, masing-masing empat titik di Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan, masing-masing dua titik di Jambi dan Sulawesi Tenggara, serta masing-masing satu titik di Bangka Belitung dan Bengkulu.

Hari ini, Kamis (19/7/2018) siang, kemunculan kabut asap di Dumai terpantau oleh citra satelit Himawari sekitar pukul 10.00 WIB. Selain di Dumai, Karhutla juga dominan melanda Kabupaten Rohil, yang secara geografis letaknya berdekatan. Dua kawasan tersebut memang cukup rentan terjadi Karhutla, jika berkaca pada musim kemarau beberapa tahun sebelumnya.

editor: taufik hidayat
sumber: detik/goriau

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *