Terdakwa Dimas Mengaku Dibujuk Rayu Ibu Hanifa

Fakta Persidangan Money Politik di PN Rengat

RiauKepri.com, INHU- Fakta persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa Dimas Kasiono Warnorejo, yang terjerat kasus money politik Pilkada Riau di Desa Sibabat, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengejutkan. Dimas memberikan keteranganya di Pengadilan Negeri (PN) kelas IIB Rengat, Rabu (18/07/2018) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

“Saya dan Bu Hanifa dan Pak Misman satu mobil dari Belilas ke Polres Inhu, didalam mobil saya dibujuk dan dirayu oleh Bu Hanifa agar mengakui semua barang itu dari saya, bukan dari Bu Hanifa, dihadapan polisi akhirnya saya mengakui semua barang itu dari saya,” kata terdakwa Dimas dihadapan majelis hakim yang di ketuai Guntoro Eka Sekti SH MH, didampingi dua hakim anggota, masing-masing Petra Jeanny Siahaan SH MH dan Omori Rotama Sitorus SH MH.

Baca Juga :  Komisi Informasi Riau ke Unilak, Ini Yang Dibahas

Terdakwa Dimas dalam persidangan di dampingi 4 orang kuasa hukum dari kantor kuasa hukum Mayandri SH, dan ruangan sidang dipenuhi pengunjung yang ingin menyaksikan langsung jalanya persidangan perkara money politik Pilkada Riau di Inhu.

Dalam sidang tersebut, sejumlah saksi yang ada dalam BAP penyidik tidak hadir memenuhi panggilan jaksa untuk memberikan keterangan di pengadilan, tiga saksi yang membuat jelas perkara yang tidak hadir dalam sidang tersebut adalah, saksi Hanifa, Saksi Misman (mantan kades Sibabat,red) dan saksi Turiah (Istri terdakwa,red) yang pernah mengakui kepada wartawan kalau bahan pakaian disertai selembaran Paslon nomor urut 3 berasal dari Misman.

Hakim Ketua Guntoro Eka Sekti, berulang kali mencerca pertanyaan terhadap keterangan saksi sebelumnya diprontir dengan terdakwa Dimas. Terdakwa Dimas mengakui semua keterangan saksi sebelumnya yang sudah di dengar di dalam persidangan, namun terdakwa Dimas menyempurnakan keterangan saksi Desi Arisanti.

Baca Juga :  Gubri Pamerkan Produk Ekraf Riau Kepada Dirut BUMN, Langsung di Pasarkan ke Cina

“Saat saya menyerahkan 25 paket bahan pakaian wanita kepada Desi Arisanti, saya sampaikan ke Desi, ini dari Bu Hanifa simpatisan Paslon Gubri nomor urut 3,” kata terdakwa Dimas menjawab pertanyaan hakim.

Bu Hanifa kepada terdakwa juga berpesan, saat menyerahkan 25 bingkisan bahan pakaian wanita kepada terdakwa Dimas. “Jangan kecewakan suara di desa Sibabat,” pesan Hanifa kepada terdakwa Dimas yang dicontohkan terdakwa Dimas dihadapan majelis hakim.

Sedangkan penjelasan saksi Dimas saat menyerahkan 25 paket bahan pakaian wanita kepada Siti Latifah, diakuinya juga kalau saat itu dia memberikan 2 selembaran gambar Paslon nomor urut 3 Firdaus-Rusli dengan tulisan 27 Juni coblos nomor 3.

Baca Juga :  42 Bulan Penjara dan Denda Rp200 Juta Menanti Dimas

“Saya tak tau keterlibatan saksi Misman, saya taunya kalau Misman ada membagi 75 paket pakaian wanita kepada Siti Latifah setelah adanya perkara ini,” jelas terdakwa didalam sidang.

Terdakwa Dimas juga terkejut dalam sidang, setelah hakim ketua menjelaskan ancaman pasal 187A ayat 1 UU nomor 10 tahun 2016 dengan kurungan penjara 72 bulan dan ancaman minimal kurungan 36 bulan.

Sidang kembali di tunda, ketua majelis hakim Guntoro menjelaskan kalau sidang akan digelar kembali pada Senin (24/07/2018) pagi dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU dan pada sorenya dilanjutkan sidang dengan agenda pembacaan pledoi dari kuasa hukum terdakwa. Pada Selasa (25/7/2018) sidang akan kembali di gelar dengan agenda pembacaan putusan perkara money politik oleh majelis hakim. (RK1/*)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *