300-an Warga Antusias Ikut Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Bersama Nyat Kadir

RiauKepri.com, BATAM — Sebanyak 300-an warga Kecamatan Lubuk Baja antusias mengikuti sosialisasi  empat pilar kebangsaan oleh anggota DPRI, Drs Nyat Kadir di Hotel Utama, Nagoya, Batam, Kepri, Minggu (22/7) malam. Keempat pilar itu yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Sosialisasi dihadiri  tokoh masyarakat, agama dan remaja itu juga menghadirkan narasumber lainnya  Syarifah Normawati, Mpd. dosen sekaligus tokoh Badan Majelis Taklim (BMT) Batam.

Pada kesempatan tersebut, Nyat Kadir  mengingatkan agar empat pilar kebangsaan hendaknya dijadikan pegangan dalam kehidupan bermasyarakat. Jangan sampai saling menghujat sehingga menimbulkan permusuhan dan perpecahan. Kita harus bersatu dalam bingkai NKRI.

“Agar kehidupan semakin kukuh, hendaknya segenap komponen masyarakat, disamping memahami dan melaksanakan Pancasila, juga secara konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainnya, yakni UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar anggota Komisi VI DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kepri ini.

Baca Juga :  Nyat Kadir: Adat Perkawinan Mengandung Nilai Budaya yang Luhur

Mantan Waikota Batam ini lebih lanjut mengatakan, Pancasila sebagai ideologi telah mengikat bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk. Pancasila juga merupakan konsesus nasional yang dapat diterima semua paham, golongan, dan kelompok masyarakat.

Untuk itu Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam ini kenbali meminta persatuan tetap terus dipertahankan. Di Kepri, lanjut Nyat Kadir masyarakatnya juga heterogen, berbagai suku, agama ada di sini. Semua harus hidup berdampingan dan saling menghargai perbedaan. Jadi, kuncinya adalah bagaimana kita bertoleransi dan tenggang rasa.

Ratusan waga saat menghadiri sosialisasi 4 pilar kebangsaan.

“Kita mesti menghargai sesama manusia, agama, suku dan tidak boleh menggangu agama lain, diberi kebebasan dan saling menghargai,” ujar politisi NasDem ini.

Senada dengan itu dosen sekaligus tokoh BMT Batam, Syarifah Normawati MPd mengatakan Bhinneka Tunggal Ika merupakan anugrah yang harus terus dijaga.  “Kita tidak boleh membeda-bedakan. Meskipun berbeda agama, suku, dan ras, namun kita tetap satu dan dalam konteks NKRI. Karena itu, perbedaan harus tetap utuh dengan menjaga persatuan dan kesatuan ,” katanya.

Baca Juga :  Nyat Kadir: Adat Istiadat Harus Dilestarikan

Dalam sosialisasi itu ternyata masih ada  sejumlah warga yang salah dalam melafalkan Pancasila. Hal itu ketahuan saat Anggota DPR RI, Nyat Kadir meminta sejumlah warga untuk melafalkan Pancasila di depan para peserta lainnya.

Warga bahkan sempat bingung mengurutkan sila-sila Pancasila saat disuruh Nyat Kadir. “Salah sedikit tidak apa-apa. Tapi besok-besok jangan lagi ya?” celetuk Nyat segera setelah seorang  warga selesai melafal sila-sila Pancasila.

Selain sosialisasi empat pilar kebangsaan, Nyat Kadir juga meminta warga untuk menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi. Rohana, warga Jodoh Squer, Lubuk Baja mengungkapkan sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

Sementara warga lainnya, Muhammad Idrus menyampaikan masih banyak warga yang tinggal di rumah kos Pasar Angkasa masih kesulitan mengurus E-KTP. Dia berharap ada solusi terkait permasalahan tersebut.

Baca Juga :  Guru Berprestasi Nasional "Dibuang" ke Pulau Terpencil di Lingga

Menanggapi masalah itu, Nyat Kadir mengatakan setiap ia turun ke daerah semua permasalahan yang disampaikan hampir sama mulai dari lapangan pekerjaan, PHK hingga  kesulitan warga mengurus E- KTP.. Terkait lapangan pekerjaan kata Nyat pemerintah saat ini terus berupaya memperbaiki pemulihan ekonomi di tenah perang dagang Amerika dan negara lainnya. Meski demikian di Batam pertumbuhan ekonomi sudah mulai membaik. Investor juga mulai berdatangan. Jika semakin banyak investor tentu membuka peluang lapangan pekerjaan.

Begitu juga dengan masalah E KTP, Nyat berjanji masalah tersebut akan disampaikannya ke Walikota Batam agar diberi kemudahan bagi warga untuk mendapatkan E- KTP. (RK2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *