31 WNA Bangladesh Disembunyikan di Hutan Silinsing Dumai

RiauKepri.com, DUMAI- Sebanyak 31 orang WNA asal Banglades yang diduga akan dikirim ke negara Malaysia secara illegal melalui jalur laut, berhasil diamankan Pangkalan TNI AL Dumai saat disembunyikan

di hutan pesisir pantai Desa Silinsing, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (E) Yose Aldino, mengatakan, awalnya unit intel menerima informasi dari masyarakat tentang rencana pengiriman WNA Banglades dari Desa Silinsing yang akan dikirim menuju Malaysia.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, 2 unsur patrolinya yang terdiri dari Sea Reder 1 dan Sea Rider 2 untuk melaksanakan penyekatan di perairan Selinsing antara Pulau Rupat dengan Pulau Bengkalis,” kata Yose, Jumat (27/7/2018).

Baca Juga :  Keren, Paduan Suara BRKS Voice Meraih Medali Perak di Ajang FPSSJK Tahun 2023

Kemudian tim darat yang terdiri dari personel Unit Intel Lanal Dumai melakukan pengintaian di sekitar hutan Silinsing jalan raya Dumai Pakning Kecamatan Medang Kampai.

Setelah diadakan patroli laut selama dua hari di sekitar perairan Silinsing antara Pulau Rupat dengan Pulau Bengkalis, tim Sea Rider 1 melihat sebuah speed boat melintas dengan kecepatan tinggi menuju darat Desa Silingsing. Lalu kedua Sea Rider melaksanakan pengejaran tetapi speed tersebut kabur ke arah laut lepas.

“Tim darat melanjutkan pengintaian dan penyisiran  ke  dalam hutan di Desa Silinsing, dan menemukan puluhan WNA Banglades yang disembunyikan di hutan Silinsing tepatnya pada posisi 1°40’08.3″N 101°42’32.9″E sekitar 100 meter dari bibir pantai,” ucap Yose.

Baca Juga :  Gubernur Syamsuar Turun Langsung Padamkan Api di Dumai

Sebagai tindak lanjut, personel Lanal Dumai melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi Dumai dan bersama-sama menuju ke lokasi yang dimaksud. Di lokasi tersebut ditemukan sebanyak 31 orang WNA yang di antaranya 30 orang pria dan 1 orang wanita.

“Selanjutnya kami bersama pihak Imigrasi Dumai membawa puluhan WNA tersebut ke Mako Lanal Dumai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Para WNA itu kami serahkan ke pihak berwenang Imigrasi Dumai,” terang Yose.

Menurut Yose, WNA itu diamankan untuk menjaga keamanan serta keselamatan di perairan Lanal Dumai. Sebab, Yose mempertimbangkan situasi alam di laut yang saat ini cukup ekstrim dan membahayakan.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Ini Aksi Pemdes Sadar Jaya Siak Kecil

“Apabila para WNA tersebut diseberangkan dengan menggunakan speed boat yang tidak layak. Karena belum tentu speed tersebut memiliki alat keselamatan seperti Life Jacket sehingga dapat membahayakan jiwa penumpang maupun pengguna laut lainnya,” jelasnya.

Yose menegaskan, Lanal Dumai akan terus melakukannya patroli laut di wilayah kerja mereka demi menjaga keamanan, keselamatan dan menegakkan hukum di laut sesuai dengan aturan yang berlaku. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *