Terduga Pendana Aksi Teroris di Riau Kabarknya Dibekuk

Ilustrasi (net)

Riaukepri.com, PEKANBARU- Seorang lelaki berinisial Dl alias Opung diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti teror. Warga perumahan Kartama Raya, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, ini disebut-sebut pendana aksi teroris dari Riau untuk menyerang Mako Brimob Kelapa Dua, Bogor, beberapa waktu lalu.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di perusahaan negara itu, dibekuk Jumat (27/7/2018) petang. Penanggkapan pria 46 tahun itu, juga dikaitkan paska tertangkapnya dua orang terduga teroris asal Riau di Sumatera Selatan (Sumsel) pada 14 Mei lalu.

Sebelumnya dua terduga teroris yang diamankan di Palembang tersebut, berasal dari Pekanbaru. Inisial mereka masing-masing, HR alias AR (38) dan HS alias AA (39). Kedua tersangka ini, akan akan beraksi di Mako Brimob Kelapa Dua, pasca kerusuhan yang dilakukan para narapidana teroris.

Baca Juga :  DKR Himbau DK Daerah yang Sudah Habis Masa Khidmat Gelar Musenda

Dl diketahui tinggal di RT 01, RW 03, Perumahan Kartama Raya, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, dan hal ini diakui Jonson Tobing, selaku Ketua RT setempat, saat dijumpai di kediamannya, Jumat (27/7/2018).

Jonson mengaku tidak mengetahui banyak tentang proses penggeledahan rumah Dl, dia hanya mendampingi kegiatan dari tim Densus.

”Setahu saya, setelah menggeledah didalam rumah, hanya ada buku, kotak peralatan yang diamankan tim Densus, namun Dl sepertinya sudah diamankan terlebih dahulu” ungkapnya.

Penggeledahan itu, kata Jonson dilakukan tim Densus sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah sampai di lokasi, Jonson langsung diminta oleh Densus 88 untuk menyaksikan penggeledahan. Saat itu, tidak ada seorangpun yang berada didalam rumah tersebut.

Baca Juga :  Di Inhu, PT Artelindo Masuk Zona Rawan Karlah

”Saat digeledah rumah dalam keadaan kosong, tak ada orang di rumah beliau. Pintunya terkunci,” katanya.

Jonson menyatakan, bahwa di rumah itu tinggal mertua dan dua anak Dl. Tapi saat itu mertua dan dua anaknya tidak di rumah. ”Agar anak-anaknya tidak sok. Lalu saya telpon mertuanya, ngasih tahu. Diminta untuk tidak datang ke rumah. Takutnya akan menjadi beban mental bagi mereka,” ujarnya.

Penggeledahan, sebut Jonson, dilakukan dengan cara pintu dibuka paksa dengan linggis. Setelah itu barulah Densus 88 melakukan penggeledahan. Saat itu, ada beberapa benda yang dibawa oleh Densus 88.

Baca Juga :  Lengkap, Kejari Inhu Akan Tahan 3 ASN Tersangka Korupsi

Sementara itu, pihak Kepolisian belum bersedia memberikan komentar terkait kronologis penangkapan tersebut. Namun, Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH tidak menampik adanya proses penangkapan tersebut. ”Masih pengembangan,” sebut Kapolda. (RK3/rac)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *