Nyat Kadir: Bermusyawarah Kalau Ada Masalah

RiauKepri BATAM- Malayu sangat menghargai keberagaman. Isu kelompok suku, agama, Ras dan antar golongan harus dihindari. Jangan korbankan diri kepada hal hal yang merugikan. Bermusyawarah kalau ada masalah.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Datok Drs H Nyat Kadir usai melantik Pengurus LAM Kecamatan Galang di halaman Kantor Camat Galang, Sembulang, Batam, Sabtu (28/7). Acara pengukuhan/pelantikan pengurus itu dihadiri 500-an warga ini juga di sejalankan dengan halal bi halal warga Se-Kecamatan Galang.

Pada kesempatan itu, Nyat Kadir mengatakan LAM merupakan lembaga resmi dan mempunyai ADRT. Selaku Ketua LAM ia selalu mengingatkan bagaimana menegakkan dan melestarikan budaya Melayu dan orang-orang Melayu membantu pemerintah membangun negeri ini.

Baca Juga :  Beri Pengetahuan Agama yang Kuat

”Organisasi ini sebagai wadah orang Melayu untuk membangun anak-anak Melayu. Untuk itu saya sangat berharap dukungan semua pihak, kepada semua organisasi yang ada mari bekerjasama membangun Negeri Junjungan yang kita cintai ini. Silang pendapat jangan sampai membakar, hendaknya memberi bermanfaat kepada semua. Kita jangan selalu hanyut pada perbedaan pendapat, hidup jangan selalu berprasangka buruk. Tetap jaga persatuan dan kesatuan,” kata anggota Komisi VI DPR RI dapil Kepri ini.

Mantan Walikota Batam itu kembali mengingatkan kepada pengurus yang baru dilantik bahwa sekali amanah dipikul, tempatkan seluruh kemampuan dengan sebaik-baiknya. Semua harus dimusyawarahkan dan dimufakatkan supaya hasilnya baik. Jadi pemimpin harus mampu merangkul semua pihak, kalau ada masalah harus dikomunikasikan. Amanah yang diemban para pengurus adalah kata kunci kemajuan dan kemunduran Melayu yang Islami. Akal budi harus ditempatkan sesuai dengan tempatnya.

Baca Juga :  Ketum DKR: Pak Syamsuar Itu Diakui Negara Pemimpin Peduli Seni Budaya

”Harus senantiasa memiliki ruang dialog dan peradaban yang khas. Jagalah marwah dan pelihara nama, semua kekuatan harus dirangkul,” tegas politisi Partai NasDem ini.

Dia mengatakan, sikap LAM Batam adalah moderat, semua adat istiadat budaya kita hargai untuk memajukan Batam.

Sesuai fungsinya sebagai pelestari adat istiadat budaya Melayu, LAM Kota Batam kata Nyat Kadir telah menerbitkan 7 buku,  antara lain buku Adat Istiadat Perkawinan Melayu Batam, Meneroka Upacara Peralihan Kehidupan Orang  Melayu Batam, Prosesi Tepuk Tepung Tawar, Pakaian Tradisional Melayu Batam dan Masakan Tradisonal Melayu Batam.

Baca Juga :  Jadikan Ajang Perubahan Dan Peningkatan Diri

Di sisi lain Nyat mengatakan, pembinaan terhadap pelestarian adat istiadat dan seni budaya, menjadi sala satu sektor perhatian LAM kedepannya. ‎Sebab hal itu menurutnya dapat menjadi nilai tambah bagi pariwisata Batam yang menjadi salah satu sektor unggulan.

“Dengan pembentukan struktur pengurus LAM di kecamatan, maka pembinaan dan pelestarian terhadap adat istiadat dan seni budaya tadi dapat dilestarikan serta bersinergi dengan baik,” ungkapnya. (RK2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *