Tari KDI Tak Kuasa Menolak Lamaran PSI Merebut Kursi di Senayan

Bertekad Perjuangkan Suara Perempuan, Seni Budaya, Pariwisata dan Olahraga

RIAUKEPRI.COM, BATAM – Dari sekian banyak selebritas Indonesia, nama penyanyi Marce Utari, SE (28) masuk ke dalam bursa bakal calon legislatif (bacaleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dalam memeriahkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Jebolan KDI 6 ini bakal maju mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) I Sumatera Barat mencakup 11 kabupaten/kota yang terdiri dari Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, Kota Solok, Kota Sawahlunto, dan Kota Padang Panjang.

Namun wanita kelahiran Padang 15 Maret 1990 itu tidak maju sendirian. Ia pun harus siap bersaing dengan sejumlah ‘orang-orang hebat’ dan politisi-politisi senior dan bahkan tidak sedikit pula yang maju kembali pada Pemilu yang akan datang berasal dari dua dapil di Sumbar, mereka yang merupakan anggota DPR RI yang sedang menjabat saat ini (incumbent).

“Tahun 2018 ini Tari dilamar PSI sebagai Caleg DPR RI, Tari Bergabung karena ingin menjadi perpanjangan tangan rakyat di Senayan nanti. Saat ini Tari masuk dalam bacaleg DPR RI Dapil I Sumbar yang meliputi 11 kabupaten/kota. Untuk itu Tari mohon doa dan dukungan dari masyarakat Sumbar agar terpilih sebagai salah satu perwakilan masyarakat Sumbar di DPR RI nantinya,” kata Alumni Fakultas Ekonomi, Universitas Bung Hatta kepada RIAUKEPRI.COM, Selasa (31/7/2018).

Baca Juga :  Amsakar Tampung Masukan DPRD Batam

Jika kelak terpilih menjadi anggota DPR RI, istri dari Brigadir Pol M. Parlindungan ini bertekad akan memperjuangkan harkat dan martabat perempuan termasuk dalam permasalah yang kaum hawa hadapi. Selain itu, karena ia yang mengaku sudah memilih hobby menari dan ernyanyi sejak dibangku Sekolah Dasar (SD) akan fokus ke bidang seni dan budaya, pariwisata dan olahraga.

Menurut pandangan putri pertama dari pasangan Boirius dan Sri Ema Puspa Dewi, politik itu merupakan pekerjaan yang mulia, karena memperjuangkan nasib orang banyak. Namun jika nasib orang banyak diperjuangkan oleh orang-orang yang salah, maka hasilnya pun akan salah.

“Kalau Tari terpilih jadi anggota DPR RI, yang jelas tari akan fokus ke tugas dan pekerjaan Tari di DPR RI sebagai wakil rakyat, Namun yang namanya seni, karena sudah sejak dari kecil melekat dan menjadi hobby tidak Tari tinggalkan. Tetapi untuk frekwensi waktu untuk dunia hiburan udah jelas tidak padat seperti sekarang ini,”ujar Tari yang juga mantan Karyawan Bank BRI Padang itu.

Tari memaparkan, sepanjang perjalanan hidupnya kariernya terus menanjak di dunia seni dan budaya, karena memang sudah menjadi darah dagingnya aktif dari SD dalam lomba menyanyi dan menari baik di tingkat kecamatan, kabupaten/kota maupun provinsi. Dan puncakanya, pada tahun 2009 lalu melalui Kontes Dangdut Indonesia 6, ia berhasil menjadi salah jebolan yang terbaik di bumi nusantara ini.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Satu Desa Di Natuna Masuk Nominasi Desa Percontohan Program Desa Anti Korupsi 2023

“Sejak kelas III SD Tari sudah mengikuti lomba-lomba nyanyi dan juga aktif di sanggar tari Syofiani di Padang. Dan ikut rekaman album cilik tahun 2000 serta ikut bergabung di album Trio Sarunai dibawah asuhan Bapak Sexri Budiman,”ungkap wanita cantik dan energik ini yang mengusung motto maju sebagai caleg DPR RI #SaatnyaYangBaikYangBerjuang.

Dijelaskannya, pada tahun 2009 mengikuti kontes KDI, mulai dari sanalah karier Tari meloncak sampai sekarang masih aktif di dunia hiburan di tanah air.

“Sekali lagi Tari memohon doa restu dan dukunganya kepada teman-teman sekolah dan kuliah, keluarga dan kerabat serta dunsanak serta seluruh masyarakat yang berada di provinsi Sumatera Barat khususnya dapil I mulai dari Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto dan Kota Padang Panjang,”pungkas wanita yang pernah mengenyam pendidikan di SDN 001 Bungo Pasang,SMPN 13 Tabing dan SMAN 2 Padang mengakhiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, PSI lahir setelah Pemilu 2014. Partai itu menyasar Warga Negara Indonesia (WNI) berusia muda. Ada aturan pengurus partai dibatasi maksimal 45 tahun. Rata-rata pengurus daerah berusia 20-30 tahun. Kegiatan partai dilakukan tidak hanya dengan cara konvensional, tetapi mereka juga menyasar media sosial, seperti Twitter dan Facebook.

Baca Juga :  Ini Surat Cinta Syamsuar-Edy Nasution Kepada Masyarakat Riau

Bahkan, website partai www.psi.id cukup aktif memberitakan aktivitas kader baik di pusat maupun daerah. Upaya ini untuk menarik minat sasaran mereka, yaitu ‘Generasi Milenial’.

Jika melihat susunan kepengurusan, PSI dihuni oleh mereka yang masih tergolong hijau di politik nasional. Mereka yaitu, Grace Natalie, mantan Presenter, selaku ketua umum dan Raja Juli Antoni, mantan Ketua PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah, selaku Sekretaris Jenderal.

Mereka memilih mengedepankan tokoh-tokoh muda dari berbagai bidang. Diantaranya, seperti Giring Ganesha (vokalis grup band Nidji), Niluh Djelantik (perancang busana), dan Hariyanto Arbi (atlet bulutangkis).

PSI memang berbeda dibandingkan kebanyakan partai lain yang bertumpu kepada seorang tokoh untuk mengangkat nama partai. PSI mengklaim akan mengisi tokoh-tokoh dengan anak muda dan tidak menginginkan politisi partai lain masuk. Cara seperti ini akan dilanjutkan sampai penyelenggaraan Pemilu 2019. (*/indra helmy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *