Di Riau Sudah Berjalan, Baru Sekarang Menkes Tunda Vaksin MR

Anak Muslim di Meranti Selamat

Ilustrasi (net).

RiauKepri.com, PEKANBARU– Sejumlah daerah di Provinsi Riau sudah melaksanakan program pamerintah, melakukan imunisasi vaksin Measles Rubella (MR). Sementara Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek, akan menunda pemberian vaksin MR bagi masyarakat muslim.

Niat Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek, ini setelah bertemu dengan Ketua Umum MUI, Ma’ruf Amin, Jumat (3/8/2018). Sementara, pada hari yang sama kegiatan nasional ini sudah memasuki hari ketiga.

Semalam, di Kabupaten Bengkalis sebanyak 193 orang pelajar di beberapa sekolah dasar (SD) dan bayi di bawah lima tahun di Kecamatan Bantan diberikan imunisasi vaksin MR oleh tim medis dari Puskesmas Bantan, Perawat Pustu, dan Bidan Polindes setempat.

Kegiatan ini disaksikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, Supardi, S.Sos, MH. Pada kesempatan itu, Sekretaris Dinkes Bengkalis bukan main semangat memberi penyuluhan sekaligus motivasi kepada para orang tua murid agar anaknya diimunisasi.

Baca Juga :  Daging Hewan Kurban Unilak Juga untuk Warga Terdampak Covi-19

Di Pekanbaru, hal yang sama juga dikabarkan sudah berjalan. Namun karena khawatir vaksin tersebut, seorang ibu rumah tangga, Linda, mewanti-wanti kepada anaknya agar menolak untuk diimunisasi jika hal ini dilaksanakan di sekolah.

“Saya mendapat informasi di media sosial dan berbagai pemberitaan, bahwa vaksin MR ini tidak halal, makanya saya bilang sama anak saya jangan mau diberi vaksin MR. Soalnya, sasaran imunisasi ini balita dan anak berumur di bawah 15 tahun, sedangkan usia anak saya 14 tahun,” kata Linda.

Terkait vaksin dan keinginan Menkes ini, anak-anak muslim di Meranti tampaknya selamat. Pasalnya, Bupati Meranti, Irwan Nasir, sudah memerintahkan kepada pihak terkait untuk tidak memberi vaksin MR kepada yang muslim, sementara non muslim kegiatan ini tetap jalan.

Baca Juga :  INDONESIA’S FOLU NET SINK 2030 SEBAGAI IMPLEMENTASI AMANAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

Penundaan vaksi MR, seperti diberitakan detik.com, berkaitan dengan belum diajukannya sertifikasi halal vaksin yang diproduksi oleh Serum Institut of India (SII). Untuk itu, Menkes dan Dirut PT Biofarma sebagai importir akan segera mengajukan sertifikasi halal dan permohonan tentang fatwa imunisasi MR.

“Menkes RI menunda pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat muslim sampai ada kejelasan hasil pemeriksaan dari produsen dan ditetapkan fatwa MUI. Sementara, untuk masyarakat yang tidak memiliki keterikatan tentang kehalalan/kebolehan secara syari, tetap dilaksanakan,” kata Sekretaris Komisi Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, dalam keterangannya, Jumat (3/8/2018).

Pertemuan tersebut dilaksanakan pada siang tadi di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas beberapa permasalahan, termasuk adanya penolakan vaksin MR di beberapa lokasi.

Baca Juga :  Terkait Vaksin MR, Ini Sikap MUI Kabupaten Bengkalis

“Adanya keresahan masyarakat mengenai kesimpangsiuran informasi tentang kehalalan perlu segera direspons secara bijak dan agar ada kepastian serta ada panduan keagamaan yang tepat,” kata Niam.

Menkes berjanji segera memproses permohonan sertifikat halal. Pemerintah pun akan berkomunikasi dengan SII selaku pembuat vaksin.

“Menkes RI atas nama negara mengirimkan surat ke SII untuk memberikan dokumen terkait bahan-bahan produksi vaksin dan akses untuk auditing guna pemeriksaan halal,” uap Niam. (RK1/rtc/detik.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *