BatamKepulauan Riau

Sedih, Ini Kisah Anak Yatim dan Pemulung Lolos Jadi Casis Seba SPN Polda Kepri

RiauKepri.com, BATAM- Assalamualaikum Wr.wb. Nama saya Muhamad Ikram Nomor Casis (Calon Siswa) 31001/P/0264. Saya Casis asal Pengiriman Pabanrim Polresta Barelang, Polda Kepri. Saya anak ke 2 dari 2 bersaudara. Ayah saya telah meninggal dunia dan sekarang saya tinggal bersama ibu saya yang telah berusia 52 Tahun.

Sehari-hari saya dan ibu saya bekerja kasar dan kotor sebagai pemulung, saya membantu ibu saya untuk memulung setelah pulang sekolah sejak kelas 1 SMP, dimana hasil yang kami peroleh hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Saya mulai ada minat untuk menjadi Polri saat duduk di bangku SMP, saya mulai mengetahui tentang penerimaan Polri melalui sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap masyarakat di sekolah. Mulai saat itu saya terus berlatih di rumah setiap hari dan bertekad untuk menjadi Polri.

Setelah saya memasuki jenjang SMK, saya juga bertanya-tanya kepada kakak kelas yang pernah mengikuti test Polri dan baik yang sudah berhasil menjadi anggota Polri. Saya diberikan pengetahuan tentang apa saja yang akan dilakukan selama mengikuti test Polri baik administrasi, akademik dan jasmani.

Saat saya duduk dibangku SMK ada seorang tetangga saya yang juga seorang anggota Polri bernama Bapak AKP SULAM bertanya kepada saya apakah mau jadi Polri. Kemudian saya menjawab mau karena ini sudah cita-cita saya dari SMP.

“Beliau berpesan nanti jika sudah kelas 3 SMK main ke rumah karena dirumah ada tiang utk Pull Up. Setelah saya kelas 3 SMK saya ditawari oleh Bapak AKP Sulam untuk tinggal di rumahnya. Setelah saya tinggal dengan beliau saya dibimbing dan diberi arahan-arahan untuk menjadi Polri.

Disanalah saya dibimbing latihan fisik jasmani seperti layaknya tes yang saya ikuti seperti saat ini. Saat ada informasi pembukaan penerimaan calon anggota Polri saya disuruh beliau mendaftar.

Baca Juga :  H-7 Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Tradisional Bintan Terpantau Stabil

Setelah mengikuti tahapan seleksi yang sangat ketat dan transparan. Alhamdulillah berkat Bimbingan dari seorang anggota Polri dan dengan niat dan kemauan yang keras saya akhirnya lulus terpilih untuk menjadi Bhayangkara Polri dan mengikuti pendidikan di SPN Polda Kepri T.A. 2018

“Disini saya membuktikan bahwa informasi dan omongan masyarakat diluar yang menyatakan bahwa masuk Polri harus membayar itu tidak benar, saya masuk Polri tidak mengeluarkan uang 1 Rupiah pun. Dan setiap tahapan seleksi Panitia selalu mengumumkan hasil setiap tahapan seleksi secara terbuka,”ungkap anak yatim yang sudah ditinggal orangtuanya sejak kecil, Sabtu (4/8/2018).

Alhamdulilah Jenderal (Wakapolda Kepri Brigjen Pol H. Yan Fitri Halimansyah) telah memberikan kebanggaan bagi yang bersangkutan dan Ibu yang seorang pemulung dengan foto bersama …. terima kasih atas kerendahan hati Jenderal. (*/indra helmy)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *