Awas Adu Domba, Strategi Busuk Menjatuhkan Bupati Amril

RiauKepri.com, BENGKALIS- Penggiringan opini yang akhir-akhir ini dilontarkan sejumlah orang yang mengatasnamakan tokoh masyarakat Bengkalis, sehingga menyudutkan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, sangat disesalkan oleh sejumlah kalangan.

Hal itu seperti yang disampaikan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Bukitbatu, Erwin Syah Putra, Selasa (14/8/2018) kepada sejumlah media. Pria yang akrab disapa Erwin ini merasa heran dengan penggiringan opini yang seolah-olah ingin mengadu domba Bupati Bengkalis dengan masyarakat maupun penegak hukum.

“Kita heran dengan penggiringan opini sejumlah orang yang seakan ingin membentur dan mengadu domba bupati dengan masyarakat negeri junjungan, perlu diingat bahwa mayoritas masyarakat seperti di Pakning ini apalagi di Mandau dan Pinggir masih mendukung Bapak Amril Mukminin sebagai bupati, bahkan mendorong beliau untuk memimpin Bengkalis dua periode. Jadi jangan mudah mengatasnamakan masyarakat, masyarakat yang mana dulu,?” tanya Erwin didampingi sekretarisnya Darmayanto yang juga Ketua Forum Wartawan Bukit Batu Bandar Laksamana dan Siak Kecil (FWBS) ini.

Mengenai status hukum Amril terkait penggeledahan KPK beberapa waktu lalu, kata Erwin, sudah jelas tidak bersalah seperti yang disampaikan Jubir KPK.

“Yang berkompeten menyampaikan adalah pihak KPK, dan jubirnya sudah menjelaskan bahwa Pak Amril tidak bersalah. Jadi jangan pula ada oknum yang menggiring-giring opini seolah seperti jubir KPK tandingan. Oleh karena itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat agar jangan lagi memperkeruh suasana, tapi mari sama-sama menjaga kondusifitas dan harmonisasi Negeri Junjungan ini agar bisa saling mengisi dalam pembangunan,” tuturnya.

Bermunculannya komentar- komentar yang mengaku tokoh di Kabupaten Bengkalis, juga membuat Zikro, Ketua KNPI Kecamatan Mandau, angkat bicara. Katanya, dia merasa geram dan meminta kepada masyarakat untuk tidak mempercayainya, karena hal itu hanyalah strategi busuk yang ingin menjatuhkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

Baca Juga :  Astaga, Sijoli di Kampar Ini Berhasil Direkam Warga Sedang Berbuat Maksiat

Menurut Zikro, begitu banyak bermunculan orang- orang yang mengaku tokoh di Bengkalis saat ini. Padahal menurutnya orang ini tidak pernah menyumbangkan pikiran atau idenya untuk kemajuan Bengkalis. Namun dengan seenaknya mengaku sebagai tokoh kemudian menilai dan berkomentar menyudutkan pimpinan di Bengkalis ini.

“Kalau komentar yang diberikan membangun tentulah tidak menjadi persoalan, namun komentar yang mengaku tokoh ini lebih cendrung menjurus untuk membuat opini yang menyudutkan bagi pucuk pimpinan Bengkalis, seolah- olah mengharapkan celaka kepada Pimpinan Negeri ini, apakah mereka tokoh abal- abal atau tokoh pesanan tertentu, padahal sudah jelas Bupati kita tidak ada tersandung dengan kasus hukum manapun,” tegas Zikro.

Oleh karenanya dengan melihat komentar- komentar orang- orang yang mengaku sebagai tokoh ataupun praktisi tertentu, menurut Zikro komentarnya tidak pernah lepas menyudutkan Pimpinan Kabupaten Bengkalis sehubungan adanya temuan uang senilai 1,9 M di Rumah Dinas Bupati Bengkalis pada saat proses penggeledahan 01 Juni 2018 silam.

‘Padahal sudah berulang- ulang kali Bupati Bengkalis menerangkan bahwa uang tersebut adalah uang pribadi hasil usaha beliau,” tambah Zikro lagi.

Lanjut anak jati Kota Duri ini lagi bahwasanya ia melihat orang- orang yang mengaku sebagai tokoh dan praktisi dadakan ini diduga adalah pesanan dari kelompok tertentu dengan motif politik yang busuk.

Baca Juga :  Kantor PDI-P Riau Disegel Kader, Ini Sebabnya

‘Entah kenapa tak ada habisnya rasa benci kelompok ini terhadap pribadi Bupati Bengkalis, ntah setan apa yang merasuki hati mereka karena selalu saja mendeskreditkan dan menghembuskan isu negatif melalui media, kami sudah memperhatikan pola mereka sejak lama,’ tutur ayah dua anak ini lagi.

Strategi Busuk untuk Menjatuhkan

Hal senada juga di sampaikan tokoh masyarakat Mandau H Siantar, namun H Siantar mencium adanya strategi busuk dari oknum masyarakat di Bengkalis yang dihembuskan melalui media dengan mencoba membenturkan antara Amril Mukminin dengan aparat hukum, dahulu melalui fitnah ijazah, saat ini oknum asyik menggoreng isu dan membenturkan Amril Mukminin dengan penegak hukum KPK, seolah- olah oknum itu mau membuat panas dan mengintervensi aparat penegak hukum (red. KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian).

Selain isu hukum, oknum tersebut juga menghembuskan isu ekonomi yang sedang lesu, namun mereka hanya melihat secara sektoral di Kabupaten Bengkalis, kemudian menuduhkan kelesuan ekonomi itu akibat kepemimpinan Amril Mukminin, padahal daerah- daerah lain juga mengalami hal yang serupa sebagaimana yang dialami Kabupaten Bengkalis;

‘ Orang- orang yang merasa dan mengaku sebagai tokoh dan memberikan komentar di media yang bersifat tidak membangun Kabupaten Bengkalis saat ini, menurut kami hanyalah tokoh abal- abal, sebaiknya mereka mulai intropeksi diri dan menanyakan pada dirinya sendiri apa yang telah di perbuat untuk Negeri ini dan apa yang telah di perbuat nya untuk kemajuan Bengkalis ini, bukan membuat gaduh, ujar H Siantar.

Baca Juga :  Disdik Bengkalis Gelar Verifikasi dan Sinkronisasi Data Usulan DAK 2020

Sementara itu aktivis pemuda asal Pulau Bengkalis, Dendi Ariandi mengajak masyarakat Kabupaten Bengkalis agar tidak mudah terpancing isu murahan yang sengaja di tebar oleh oknum yang mengaku tokoh tersebut. Jebolan Magister Ilmu Lingkungan dari Universitas Riau (UR) ini juga mengajak masyarakat untuk yakin dan percaya kepada para penegak hukum (red. KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian). Karena pihak penegak hukum tentu sudah bekerja dengan profesional dan objektif tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun juga, apalagi oleh segelintir orang yang mengatasnamakan Masyakat Kabupaten Bengkalis.

Ia juga berharap tokoh- tokoh dadakan ini bisa belajar untuk menjadi tokoh benaran dan bukan menjadi tokoh pesanan pihak tertentu yang selalu menggiring opini dan merusak tatanan sosial, sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Semoga tuhan yang maha kuasa memberikan taufik dan hidayahnya untuk sama- sama kembali membangun Bengkalis yang beradab, maju dan sejahtera.

‘ Sebagai salah masyarakat di Bengkalis, saya menghimbau dan mengajak seluruh lapisan Masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk tidak mudah terpancing isu- isu dan tergiring opini- opini yang sangat tendensius dan menyesatkan ini, tujuan mereka jelas yaitu terpecahnya persatuan dan kesatuan masyarakat Bengkalis. Mari kita rapatkan barisan memerangi berita hoax dan ujaran kebencian di Daerah kita, Negeri Junjungan yang sama- sama kita cintai ini,’ ajak Dendi. (RK4)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *