Pantas Panas “Berdengkang,” Rupanya di Riau Terdapat 103 Titik Panas

RiauKepri.com, PEKANBARU- “Panas berdengkang,” kata Edi budak Melayu Riau ini mengambarkan cuaca di Siang di Kota Pekanbaru dalam sepekan ini. Terik matahari terasa seakan-akan mencubit kulit. Ternyata, ada sebanyak 103 titik panas atau hotspot terpantau oleh satelit Terra dan Aqua milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, di Provinsi Riau, pada Selasa (14/8/2018) sore tadi.

Jumlah titik panas ini semakin meningkat pesat dari Selasa pagi, yang sebelumnya hanya tercatat sebanyak 90 titik panas.

Kepala BMKG Pekanbaru, Sukisno, mengatakan, kabupaten paling banyak yang menyumbang titik panas Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), yaitu 97 titik. Sebelumnya, hanya 58 titik saja. Kemudian di Kota Dumai ada 2 titik. Angka ini berkurang dari tadi pagi hanya 4 titik saja.

Baca Juga :  Pemko Dumai Gelar Rapid Test di Pasar, Ini Jadwalnya

Selanjutnya Kabupaten Bengkalis, Siak, Pelalawan dan Kampar, masing-masing ada satu titik. “Ini merupakan hasil perbaharuan pada pukul 16.00 WIB. Tingkat kepercayaannya berada diatas 50 persen,” beber Sukisno.

Dari jumlah titik panas, ada 87 titik yang telah menjadi titik api. Artinya tingkat kepercayaannya berada diatas 70 persen. Itu tersebar di Kabupaten Rohil dengan 85 titik, Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, masing-masing ada satu titik.

Secara keseluruhan, di Pulau Sumatera terdeteksi 133 titik panas. Paling banyak di Riau dengan 103 titik, Sumatera Utara dengan 14 titik, Sumatera Barat dengan 13 titik, Sumatera Selatan dengan 2 titik dan paling sedikit, Lampung dengan satu titik. “Sejauh ini jarak pandang masih normal. Yaitu antara 8 hingga 10 kilometer,” ucapnya.

Baca Juga :  Lawan Asap, Emak-emak di Riau Bawa Peralatan Memasak

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, hingga saat ini terus mengoptimalkan upaya pemadaman dengan cara pengeboman air (water bombing).

Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger mengatakan, ada empat helikopter yang dikerahkan untuk melakukan water bombing. Yaitu, 214, MI-171 dan dua unit Kamov. Empat helikopter itu difokuskan di daerah Utara Provinsi Riau.

“Kita mengoptimalkan patroli di daerah Utara. Kemudian water bombing kita lakukan di Kabupaten Rohil (Rokan Hilir) dan Bengkalis,” ujar Edwar di Pekanbaru.

Dijelaskan Edwar, penyebab meningkatnya titik panas maupun api beberapa waktu terakhir disebabkan pada pertengahan bulan Agustus ini memang merupakan puncak kemarau. “Titik api meningkat karena cuaca panas dan udara kering. Memang BMKG memprediksi puncak kemarau pertengahan Agustus. Kita tetap optimalisasi,” ujarnya. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *