Nyat Kadir: Adat Perkawinan Mengandung Nilai Budaya yang Luhur

RiauKepri.com, BATAM- Sebanyak 200-an penata rias perkawinan yang ada di Batam mendapat pelatihan tata rias adat perkawinan Melayu di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, Rabu (15/8) pagi.

Pelatihan tata rias pengantin dan proses adat perkawinan Melayu Batam ini digelar oleh Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI “MELATI) Kepri bekerjasama dengan LAM Batam.

Ketua LAM Batam, Drs H Nyat Kadir mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilainya dapat melestarikan adat dan budaya Melayu.

“Kegiatan ini akan melestarikan adat perkawinan Melayu. Kita tahu suku bangsa di dunia ini memiliki keragaman adat perkawinan. Tapi apapun bentuk upacara perkawinan adat, pada hakekatnya merupakan sebuah hal yang sakral dan religius. Keberagaman adat itu malah memperkuat ikatan persatuan,” kata Nyat Kadir saat memberikan sambutan dalam acara tersebut, kemarin.

Baca Juga :  Pesan Wako Tanjungpinang di Apeksi "Utamakan Kesejahteraan Masyarakat"

Tampak hadir dalam acara itu sejumlah pengurus LAM Batam, di antaranya Amsakar Achmad yang juga Wakil Walikota Batam, Firdaus, Diansyah, dan M Zen Nongsa.

Nyat Kadir mengatakan, dalam adat Melayu banyak cara atau upacara yang dilakukan sebelum seseorang menikah. Tata cara itu di lakukan sampai dengan sekarang ini.

Anggota Komisi VI DPR RI ini menilai langkah HARPI MELATI Kepri bekerjasama dengan LAM Batam yang memberikan pelatihan tata rias adat perkawinan Melayu ini salah satunya juga untuk menyikapi modernisasi dan globalisasi yang kini telah merambah keseluruh daerah, termasuk di Batam. Modernisasi itu akan mengakibatkan terjadinya perubahan dalam adat perkawinan.

Baca Juga :  Sebanyak 31 Calon Advokat Digembleng di Kampus UMRAH

“Adat istiadat itu ada kaidah normatif yang menjadi sandaran dalam upaya melestarikan budaya. Jangan sampai seiring dengan waktu, adat perkawinan itu jusru berubah. Jadi saya berharap dengan pelatihan dapat menyadarkan khalayak bahwa adat perkawinan mengandung nilai-nilai budaya yang luhur,” kata politisi Partai NasDem ini.

Sementara itu, pengurus LAM Batam, Muhammad Zen, menambahkan pelatihan tersebut digelar untuk menyatukan persepsi dan kesepahaman tentang adat perkawinan Melayu. Bagi para peserta sekaligus memperkenalkan dengan berbagai model dan perlengkapan yang dibutuhkan. (RK2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *