Pro Kontra Deklarasi #2019gantipresiden di Riau, Bawaslu Minta Jaga Tanah Melayu

RiauKepri.com, PEKANBARU- Menyusul adanya pro dan kontra pelaksanaan deklarasi #2019gantipresiden di Riau pada tanggal 26 Agustus 2018 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau meminta masing-masing pihak menahan diri.

“Saya menghimbau masing-masing pihak untuk menahan diri. Mari kita bersama-sama menjaga negeri Melayu yang santun,” kata Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan, Selasa (21/8/2018) malam.

Jika kegiatan deklarasi #2019gantipresiden di Riau, ucap Rusidi, berpotensi memancing gesekan antar sesama anak bangsa, sebaiknya kegiatan tersebut diundur sampai masa masuknya masa kampanye pemilihan Presiden pada 23 September mendatang.

Baca Juga :  Polisi tak Beri Izin Deklarasi #2019gantipresiden di Riau

Seperti diberitakan sebelumnya, menyusul rencana deklarasi #2019gantipresiden di Riau, sekelompok mahasiswa dan sekelompok orang mengatasnamakan Pemuda Pancasila (PP) melakukan penolakan. Bahkan, ada yang sudah melaporkan ke Polda Riau bahwa kegiatan ini dianggap makar.

Belakangan, Polresta Pekanbaru dikabarkan tidak memberi izin deklarasi #2019gantipresiden di Riau yang bakal dilaksanakan di Kota Pekanbaru.

Meskipun adanya penolakan, bahkan sampai ada pihak yang berniat melakukan penyegelan Bandara Internasional SSK II, namun tidak menyurut panitia deklarasi #2019gantipresiden di Riau untuk melaksanakan kegiatan mereka pada akhir pekan ini. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *