Kuatir Rusuh, BMR dan Pronata Riau Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden

RiauKepri.com, PEKANBARU- Gelombang penolakan terhadap deklarasi #2019gantipresiden di Pekanbaru, Riau, terus bergulir. Sebelumnya dari sekelompok orang yang mengatasanamakan Pemuda Pancasila dan sekelompok mahsiswa menyatakan keberetan, kali ini datangnya dari Barisan Pemuda Riau (BMR) dan DPD Projo Nawa Cita (Pronata) Riau melakukan hal yang sama.

BMR menolak diadakannya deklarasi #2019GantiPresiden, dengan melakukan aksi demo ke Mapolda Riau, Kamis (23/8/208), siang menjelang petang. Sementara Prona mengirom surat penolakan secara tertulis kepasa Kapolda Riau dan ditembuskan ke sejumlah instansi vertikal lainnya.

Koordinator Lapangan BMR, Sabarianto Sihombing, dalam aksinya mengatakan, kegiatan yang digagas oleh Neno Warisman yang akan berlangsung di Tugu Pahlawan, Pekanbaru, Riau, pada Aha (26/8/2018) mendatang, telah menimbulkan banyak sekali perpecahan. Bahkan tak jarang banyak daerah yang melakukan aksi penolakan terhadap acara itu.

Baca Juga :  Yasonna: Persoalan Mendasar Rutan Siak Over Kapasitas Hingga 500 Persen

“Kami menanggap ini kampanye terselubung. Karena melaksanakan kegiatan sebelum masa kampanye yang ditetapkan oleh KPU. Selain itu acara ini berisi ujaran kebencian yang dapat memecah belah masyarakat Riau,” kata Sabarianto.

Selain itu, mereka juga menuntut Polda Riau untuk menindaklanjuti laporan dugaan makar yang diduga dilakukan Neno Warisman terhadap Joko Widodo. Pelapornya adalah seorang pengacara perempuan yang sudah berusia 60 tahun. Namanya Hj Desmaniar.

Laporan itu masuk ke SPKT Polda Riau (15/8/2018) petang. Dalam laporan itu, disebut kalau Neno Warisman dinilai Desmaniar telah melakukan percobaan makar pada Minggu (29/7) lalu. Percobaan makar itu dituduh atas dibentuknya sebuah gerakan ganti presiden oleh Neno.

Baca Juga :  Tersebab Cinta NKRI #2019gantipresiden

Secara terpisah Sekretaris DPD Prona Riau, Zamzami Hidayat, mengatakan bahwa keberatan mereka karena pada saat ini suasana iklim politik yang semakin memanas dan dikuatirkan atas kegiatan tersebut dapat menimbulkan kerusuhan besar yang berkesinambungan antara pro dan kontra sehingga membuat Provinsi Riau, khususnya kota Pekanbaru tidak dalam suasana kondusif.

“Kaki keberatan juga karena bisa memecah belah persatuan dan kesatuan yang bertentangan dengan sila ke 3 dari Pancasila. Maka dari itu, DPD Pranata provinsi Riau menyatakan keberatan dengan kegiatan tersebut,” ungkap Zamzami Hidayat.

Baca Juga :  Sepakat, KUA-PPAS Inhu 2020 Inhu Rp 1,63 Triliun

Apabila deklarasi #2019gantipresiden dilaksanakan, ucap Zamzami Hidayat, segenap kader Pranata Provinsi Riau akan turun ke lapangan untuk mengambil sikap sebagaimana mestinya. (RK1/*)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *