Tokoh Masyarakat Bengkalis Minta Syam-Edy Angkat Sejarah Bengkalis

RiauKepri.com, BENGKALIS– Banyak cacatan sejarah di Kabupaten Bengkalis yang perlu diangkat lagi sehingga khazanah Melayu ini tak lekang oleh panas dan tak luntur oleh hujan. Untuk itu tokoh masyarakat Bengkalis meminta agar Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih, Syamsuar-Edy Nasution, memperhatikan hal ini.

“Harapan masyarakat, kedua pemimpin terpilih ini kembali mengangkat sejarah Bengkalis yang begitu besar sehingga mengankat khazanah Melayu Riau,” ujar tokoh masyarakat Bengkalis, Hj Zainudin Yusuf, dalam kata elu-eluannya pada helat doa selamat pemenangan Syamsuar-Edy Nasution, Ahad (26/8/2018) pagi di halaman LAM Bengkalis.

Baca Juga :  Juara 1 di Tiga Kategori Seleksi Daerah ASEAN, Tiga Mahasiswa Polbeng akan Wakili Riau di Tingkat Nasional

Helat yang dihadiri Jhon Erizal, Bagus Santoso, Wan Abu Bakar, Arwin AS, istri masing-masing calon terpilih, dan ratusan masyarakat tersebut, Zainudin juga menyebutkan, kepewaian Syamsuar memimpin Kabupaten Siak, diharapkan nantinya juga dapat dirasakan masyarakat Riau.

“Masyurnya Siak dibawah kepemimpinan Pak Syamsuar, kiranya nanti juga dibawa ke Riau. Pada kesempatan ini saya juga hendak mengucapkan tahniah kepada Syamsuar dan Edy Nasution telah terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau,” ujar Zainudin.

Pada kesempatan yang sama Ketua Koalisi Riau Bersatu (Karib), Syaukani Al Karim, mengatakan, doa selamat dan silaturahmi ini sekaligus ucapan terima kasih kepada masyarakat yang begitu gegap gempita untuk memenangkan Syamsuar-Edy Nasution.

Baca Juga :  Halal bi Halal di Panam, Doakan Syamsuar Jadi Pencerah Riau

“Kemenangan ini berkat dukungan seluruh masyarakat Riau, yang sebagiannya ada di Bengkalis yang berjuang tanpa pamrih hingga ke ceruk kampung. Semoga ini menjadi amal ibadah kita semua, semoga Pak Syamsuar dan Edy Nasution dapat membawa Riau lebih baik,” ungkap Syaukani. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *