KamparRiau

Warga Kampar Kiri Unjukrasa ke PT. Agrp Abadi II

RiauKepri.com, KAMPAR – Ratusan warga Kecamatan Kampar Kiri Hilir menggelar aksi unjuk rasa ke Kawasan perkebunan PT. Agro Abadi II, Kamis (30/08/18) pagi. Mereka mengungkap penyelewengan Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) oleh PT. Rimba Seraya Utama (RSU). Petugas keamanan gabungan Kepolisian Resor Kampar turut mengamankan Aksi ini agar tidak terjadi kerusuhan

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Suyarman mengungkap penyelewengan HPHTI yang dilakukan PT RSU seluas 12.600 hektare. Penyerahan HPHTI tertuang dalam‎ ‎Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 599/Kpts-II/1996 tanggal 16 September 1996 tentang Pemberian HPHTI Pola Transmigrasi.

Suyarman mengungkapkan, RSU bahkan menerima bantuan dari Pemerintah RI untuk membangun Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk periode 1993 sampai 1999 seluas 4.453,09 dari izin HPHTI. Bantuan itu sebesar Rp. 2.603.000 per hektare.

Namun perusahaan malah menanam Kelapa Sawit pada tahun 2000. “Coba hitung berapa keuangan negara yang diselewengkan,” ujar Suyarman. Jika dihitung, uang negara yang mengalir untuk menanam HTI sebesar Rp. 11,5 miliar lebih.

Mestinya, kata Suyarman, anak Panca Eka Group itu menanam berbagai komoditi seperti Sengon, Karet, Benuang dan Jabon. “Yang ditanam hanya Sengon. Itupun paling 20 batang,” katanya sembari memperlihatkan foto di lokasi

perusahaan telah mengalihfungsikan HTI menjadi Kelapa Sawit tanpa izin menteri.

Masyarakat menuntut sesuai SP 1.2.3 yang dikeluarkan oleh kementrian lingkungan hidup dan kehutanan dengan tembusan kepada

1.menteri Lingkungan hidup dan kehutanan

2.sekjen kementerian lingkungan hidup dan kehutanan.

3.Gubernur Riau

4.Bupati Kampar

5.Kepala adinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau

6.Kepala Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah 3 pekanbaru.

Namun seyogianya pihak terkait harus segera menindaklanjuti tuntutan Masyarakat.

Setelah dilakukan koordinasi Dari perwakilan 10 org masyarakat dengan pihak PT. Agro Abadi II Kamis 30/08/2018, Dan hari ini mendapat jawaban Dari pihak perusahaan, mereka sangat kooporatif menunggu konfirmasi  dan tindak lanjut Dari pemkab kampar agar segera memberikan keputusan dan penjelasan terkait Surat peringatan (SP) 1, 2 dan 3 yang sudah dikeluarkan Oleh Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (LHK) RI.

Baca Juga :  Ramah Lingkungan, Petambak Diberi Sertifikat CBIB

Aksi yang dilakukan Oleh masyarakat Kampar kiri hilir yang tergabung dalam kelompok Tani Mekar Juang (MJ) ini sudah berlangsung  dua hari mulai kamis (30/08/18 )- jumat (31/08/18), namun Masyarakat masi tetap aksi hingga pihak Pemda Kampar turun untuk memediasi masyarakat dengan management Agro Abadi II dalam waktu yang tidak ditentukan. (RK8)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *