Karena Hamil Diperkosa, Korban Berhenti Sekolah di Kelas VI SD

Ilustrasi (net)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Masa depan murid SD ini direngut, korban hamil 7 bulan lantaran menjadi budak nafsu dua staf salah satu perguruan tinggi swasta terkenal di Riau ini. Sehingga bocah itu putus sekolah, hanya sempat mengecap pendidikan sampai kelas VI SD saja.

Kepada wartawan, Nur ibu kandung korban mengatakan, anaknya sekarang sudah berhenti sekolah. Seharusnya dia sudah duduk di kelas 6, tapi karena kondisi hamil 7 bulan berhenti sekolah.

Seharusnya, jelas Nur, anaknya ini sudah duduk di bangkus SMP kelas I. Hanya saja, karena kondisi anaknya pernah sakit-sakitan sebulum hamil, membuatnya anaknya lama tak masuk sekolah, dan terpaksa berhenti setahun karena sakit.

Baca Juga :  Ini Harapan Gubri Kepada Warga Terkait Diberlakukan PSBB Kota Pekanbaru

“Saat kelas lima SD, mau naik ke kelas enam, anak saya hamil. Sewaktu mau masuk kelas enam, perutnya sudah besar, dan sejak itu tak masuk sekolah lagi,” kata Nur bersedih mengisahkan nasib malan yang menimpa anaknya.

Nur tak habis pikir kenapa
SU (60) dan RP (50) yang bekerja di staf kampus, berbuat keji terhadap anaknya. Apalagi SU itu masih ada hubungan keluarga dan bertetangga.

“Anak saya selalu diajak dengan alasan di kampus ada acara, anak saya disebut membantu nyuci piring. Rupanya dibawa ke hotel dan kadang dibawa karaoke,” kata Nur. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *