Polres Siak Rebus 5,9 Kilogram Sabu dan Blender 4.856 Ekstasi

RiauKepri.com, SIAK- Disaksikan pihak Kejaksaan Negeri Siak dan Pengadilan Negeri, Senin (10/9/2018), Polres Siak memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu dan pil ekstasi.

“Adapun beberapa barang bukti yang dimusnahkan yaitu pil ekstasi 4.856 butir dan sabu 5,9 kilogram. Pemusnahan kita lakukan dengan cara diblender dan direbus dengan kompor gas, lalu kita buang ke parit,” ujar Kapolres Siak, AKBP Ahmad David, dalam jumpa pers di kantornya.

Narkoba dalam jumlah banyak yang berasal dari Cina itu milik tersangka BS (18) dan RD (36). ‎Keduanya ditangkap pada Selasa 24 Juli 2018 lalu di Jalan Baru Dayun – Siak Simpang Bundaran Jembatan Siak. Kedua tersangka adalah warga Kabupaten Bengkalis, Riau.

Baca Juga :  Bawaslu Inhu Pastikan 68.000 Lebih Surat Suara Dapil 4 Tidak Dapat Dipakai

“Terhadap kedua tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” kata David.

Barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan sebagian dari hasil tangkapan. Sebagian lainnya dijadikan barang bukti untuk di Pengadilan Negeri Siak saat sidang terhadap kedua tersangka.

Sebelumnya Kasat Reserse Narkoba Polres Siak AKP Herman Pelani bersama anggotanya ‎menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu 6 kilogram, dan pil ekstasi 4.926 butir.

“Kedua pelaku merupakan kurir narkoba jaringan internasional. Sebab, dari handphone terlihat komunikasi mereka dengan seseorang di negara luar. Setelah diselidiki narkoba ini dari Cina,” ucap Herman.

Baca Juga :  Biadab! Murid SD di Pekanbaru Ini Dihamili 2 Staf Perguruan Tinggi

Dia menjelaskan, proses transaksi narkoba tersebut berjalan mulus dari Cina kemudian ke Malaysia lalu dibawa melalui perairan ke Kabupaten Siak. Seseorang meletakkan narkoba itu di pinggiran sungai.

“Kemudian kedua pelaku mengambil narkoba itu di pinggir sungai tersebut. Dan pelaku berencana membawanya ke Pekanbaru, namun dalam perjalanan kita tangkap saat melintas di jembatan Siak,” kata Herman.

Kepada polisi, kedua pelaku mengaku diupah Rp 10 juta untuk setiap satu kilogramnya. Jika lolos membawa sabu 6 kilogram itu, sisa upah mereka akan dibayarkan tunai.

Baca Juga :  Syamsuar: Tak Zamannya Lagi Pengelolaan Keuangan Disimpan-Simpan

“Mereka masih dibayar Rp 3 juta untuk transportasi membawa narkoba itu, setelah barang diterima pemesan di Pekanbaru, sisanya akan dibayar. Orang yang membayar ini masih kita cari,” terang Herman.

Dari pengungkapan ini, Herman menyebutkan polisi telah menyelamatkan 30 ribu orang generasi penerus bangsa dari bahaya ‎narkotika. Bahkan 4.926 orang anak bangsa selamat dari bahaya pil ekstasi. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *