HR yang 3 Anaknya “Naning” Ekstasi, Malam Itu Dugem di Pekanbaru

Ini ekstasi mirip permen yang membuat 3 bocah mabuk.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Kini HR bapak tiga bocah yang mabuk lantaran menelan ekstasi yang dikira permen, menjadi tersangka. Minggu (9/9/2018) sebelum kejadian itu dia bersama teman-teman dugem di tempat hiburan yang berada di Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Kasat Narkoba Polres Bengkalis, AKP Syafrizal, kepada wartawan mengatakan, pihaknya terus mendalami kasus ini.

“Hasil awal intrograsi kita, HR malam sehari sebelum kejadian pergi dugem bersama teman-temannya di Pekanbaru. Diakuinya bahwa pil ekstasi tersebut sisa dari dugen malam itu,” ucap Syafrizal.

Baca Juga :  Alumni Faperta Unilak Mampu Bersaing di Dunia Kerja

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini terjadi pada hari Senin tanggal 10 September 2018, sekira Pukul 13.00 WIB, dan masing-masing bocah sempat dilarikan ke Puskesmas Bukit Batu.

Ketiga korban tersebut adalah,
1. J (7 tahun), pelajar kelas 1 SD. 2. M (9 tahun) pelajar kelas 3 SD,
3. Z (8 tahun), Pelajar Kelas 3 SD.

Begini cerita tiga bocah mabuk narkoba itu. N (2 tahun) menemukan satu butir pil warna hijau dari dalam mobil orang tuanya.

Karena dikira permen, N memberikan kepada kakaknya R (8 tahun). Selanjutnya pil itu
di potong hingga menjadi empat bagian dan dibagi-bagikan kepada 4 teman-temannya.

Baca Juga :  LAMR Kutuk Jony Boyok dan Ucap Terima Kasih Kepada Ormas

Setelah mengkonsumsi pil yang dikira permen tersebut, tiga anak mengalami efek pusing-pusing dan dilarikan ke Puskesmas Bukit Batu dan sudah membaik. Sedangkan satu anak yang bernama F, belum menelannya karena merasa obat tersebut pahit dan dibuang.

Mendapat laporan ini, Polsek Bukit Batu pun bergerak dan Mobil Toyota Agya warna Silver Bm 1570 EF milik HR alias WE (46 tahun), digeledah dan ditemukan satu butir pil yang diduga ekstasi berwarna hijau, mirip dengan obat yang dibagi-bagi oleh anaknya.

Baca Juga :  BAZNAS Kab Siak Distribusikan Zakat Tahap III 2019 Sejumlah 4,7 M

Karena ditemukan pil diduga ekstasi, polisi melakukan tes urine kepada HR. Hasilnya positif mengandung amfetamin Narkotika. Kemudian HR diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut. (RK1)

Loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *