BengkalisRiau

PWI Bengkalis Menyapa Desa, Kades Jangan Takut Hadapi Wartawan “Bodrex”

RiauKepri.com, BENGKALIS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkalis menggelar roadshow di Kecamatan Bengkalis, Kamis (13/9/2018) siang di aula Kantor Camat Bengkalis.

Roadshow PWI Menyapa Desa dengan tema “Pers Kawan Bukan Lawan” diikuti lebih dari 35 peserta baik Kepala Desa (Kades) dan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) se Kecamatan Bengkalis.

Peserta roadshow memanfaatkan kehadiran PWI untuk mengemukan berbagai keluh kesah terhadap oknum wartawan yang sering dianggap mengganggu kenyamanan para Kades dan aparatur dalam menjalankan tugas.

“Ada terkadang, kalau ADD cair itu mencari-cari ingin bertemu kepala desa. Ditunggu, entah siapa yang suruh mencari, macam-macam alasan nak kesinilah-kesitulah, minta uang sama kita. Kadang kita bertanya tugasnya apa sebenarnya, “ungkap Kades Damai Rusmali menyampaikan keluh kesah ke PWI.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Desa Kelemantan Nangak. Menurut Nangak, untuk mencegah oknum yang meresahkan pihak desa perlu ada kerjasama yang baik antara desa dengan PWI Bengkalis.

“Jadi perlulah ada semacam MoU antara desa dan PWI, kerjasama ini bukan untuk menutupi kesalahan pemerintah desa tetapi lebih pada kerjasama yang baik antara pers dengan desa dan informasi kepada publik,” saran Nangak.

Sama dengan Kades Kelemantan Nangak, sejumlah Kades menginginkan adanya kerjasama berkelanjutan dengan PWI. Hal itu dimaksud agar potensi dan aspirasi desa dapat tersalurkan melalui media massa.

Ketua PWI Kabupaten Bengkalis Usman Malik, meminta Kades tidak takut menghadapi oknum wartawan dimaksud. Menurut Usman, wartawan yang benar-benar paham akan kode etik jurnalistik selalu menempuh cara-cara yang profesional dalam memperoleh informasi.

“Banyak keluhan yang disampaikan kepala Desa dan BPD terhadap oknum wartawan yang dianggap meresahkan, mereka tidak menjalan tugas fungsi jurnalistik. Mereka memeras desa dengan berbagai modus. Ini tentunya tidak bisa ditolerir, Pers itu berfungsi sebagai pencerdasan, pendidikan dan kontrol sosial, bukan sebagai preman dalam arti memeras dan menakut nakuti,”tegas Usman.

Baca Juga :  Mantap, Polresta Pekanbaru Terima Penghargaan Polisi Sosial dari Mitrapol

Kehadiran PWI ditengah pemerintah desa, imbuh ketua PWI dua periode ini merupakan tanggungjawab moral. Sebagai organisasi wartawan, PWI berperan dalam mendukung dan mensosialisasikan pembangunan daerah.

“Pertama bagaimana kita lebih memperkenalkan eksistensi PWI kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu bahwa PWI ini selaku organisasi pers tertua di Indonesia ada di Kabupaten Bengkalis. Kemudian juga bagian dari, tanggungjawab moral PWI untuk pemerintah dalam mensosialisasikan pembangunan khususnya masyarakat desa.

Berkaitan dengan permintaan MoU, Usman mengatakan akan menindaklanjuti hal itu. Diterangkannya, permintaan dan saran Kades akan menjadi salah satu poin dibahas pada Konferkab PWI, bulan oktober mendatang.

“Saya berharap, Kades dapat memahami tentang tugas dan peran pers. Sehingga, oknum-oknum wartawan yang dianggap meresahkan dapat dihadapi,”pungkasnya.

Para Kades yang hadir diberikan bekal sejumlah materi tentang pers. Hadir pada roadshow PWI Menyapa Desa, Camat Bengkalis Ade Suwirman diwakili Sekretaris Rafli Kurniawan, Kasi PMD Hafzan, Sekretaris PWI Bakhtaruddin dan sejumlah pengurus PWI. (RK4)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *