Guru Berprestasi Nasional “Dibuang” ke Pulau Terpencil di Lingga

RiauKepri.com, LINGGA– Pemerintah kabupaten Lingga diminta untuk tanggap serta meningkatkan kepedulian terhadap dunia pendidikan di daerah ini. Misalnya, malang menimpa seorang Kepala Sekola yang merangkap Guru pernah berprestasi ditingkat nasional dan pernah mewakili Indonesia ke Negara Selandia Baru mesti tercampakan ke Pulau Terpencil, setelah keluarkan SK dan pelantikan, Jum’at (14/9), pekan lalu.

Adalah Junaidi, Kepsek SMP Negeri 2 Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, di desa Berindat. Pria yang pernah menoreh prestasi prestasi nasional sebagai 10 guru terbaik di Indonesia itu, tercampakan dan dipindahkan ke SMP Pulau Lalang, sebuah pulau terpencil terletak di atas Pulau Singkep, yang hanya yang jauh keluarga dan jauh keramaian kota.

Namun bagi pahlawan tanpa tanda jasa ini terkesan tiada berarti ketika dia berhasilkan mengharumkan nama daerah, baik kabupaten Lingga maupun Provinsi Kepri yang diwakilinya ketika bersaing mendapatkan predikat 10 guru terbaik Nasional. Semestinya, Bupati Lingga memperhatikan dan penghargaan (reward) kepada para guru-guru maupun siswa yang berprestasi di dunia pendidikan.

Baca Juga :  Selamat Kembali, Semoga Mabrur

Anggota DPRD Lingga, Norden Abdullah menyesalkan sikap pemerintah daerah dan turut bersimpati atas kejadian yang menimpa tenaga didik di kabupaten Lingga. Norden mengaku sebelumnya, jauh hari sebelum mutasi dan pelantikan dilakukaan, sempat memberikan masukan yang positif kepada pemerinta kabupaten Lingga, tentang berbagai hal yang bersifat untuk kemajuan kabupaten ini.

“Saya berharap pemimpin Lingga bisa menghargai orang-orang yang berprestasi dibidang apa pun,” kata Norden menjawab RIAU KEPRI. COM, Selasa (18/9).

Menurutnya, khusus di dunia Pendidikan, seharusnya pemerintah memberikaan reward atau penghargaan agar semua guru bersaing untuk meningkatkan dunia pendidikan di Kabupaten Lingga. Bukan malah menyingkirkan orang yang berprestasi, seperti Junaidi yang punya kemampuan di atas rata-rata, malah ditugaskan ke pulau terpencil yang menjadi beban bagi sang guru dalam kehidupan.

“Kita berharap pemerintah bisa meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan dan tenaga pendidikan di Kabupaten Lingga ini. Bagi siswa dan guru yang berprestasi harus diberikaan penghargaan kedepannya. Saya sudah perjuangkaan tapi taunya dibuang ke pulau Lalang yang muridnya hanya beberapa siswa,”ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Baca Juga :  Tinjau Pameran Teknologi, Sekda Apresiasi Hasil Karya OPD

“Kayaknya orang yang hebat harus disingkirkan, beliau adalah guru terbaik di tingkat nasional, tetapi harus diuji lagi dengan ditempatkan di paling ujung sana (pulau). Kenyataanya seperti inilah pak (wartawan), kita hanya bisa melihat dan sedih, karena kekuasaan ditangan orang yang egois bukan orang yang optimis,” tambaahnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Lingga Junaidi Adjam malah berpandangan berbeda. Ketika dikonfirmasi dia mengaku adanya mutasi dan pelantikan ASN pada pekan lalu. Namun menurut Kadisdik Junaidi, menyikapi hal yang menimpa Junaidi sang kepala sekolah yang saat ini pindah tugas ke pulau Lalang. Ia malah berharap ke Adjam pada guru atau kepala sekolah yang pernah berprestasi untuk bisa bertugas di daerah-daerah yaang sekolah belum maju dan terpencil.

Baca Juga :  Nurdin Antar Jenazah Ibunda Hingga ke Liang Lahat

“Mutasi tersebut hal yang biasa. Justru kepala sekolah yang berprestasi ini kita pindahkan agar bisa memperbaiki sekolah yang belum maju untuk membinanya ke arah lebih baik,”kata Junaidi Adjam, ketika dikonfirmasi RIAU KEPRI.COM Selasa (18/9), sore.

Informasi yang dihimpun media ini, di kabupaten Lingga, tidak saja nasib malang menimpa Junaidi yang kini sudah pindah ke pulau terpencil, tetapi masih banyak lagi tenaga-tenaga pendidikan, seperti guru honorer atau Tata Usaha. Bahkan ada yang sudah hampir 15 tahun mengabdi dengan gaji hanya Rp150 ribu dan sangat tidak layak untuk kebutuhan hidup minumun seorang insan.

Ia terpaksa bekerja sampingan dengan menjadi buruh kasar seperti, menjadi nelayan, petani maupun tukang sol sepatu dan lain-lain. Kedepan diharapkan pemerintah, baik pusat, provinsi maupun daerah bisa meningkatkan rasa kepedulian terhadap tenaga-tenaga pendidikan, terlebih yang berprestasi agar kesejahteraan dan mutu pendidikan di kabupaten Lingga bisa berkembang maju. (*/helmy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *