BudayaOpiniRiau

Berdering 28 Menit

Puisi- puisi MoSa

Dagu lugu beradu debu
Tersadai di sisi jendela buntu
Aku memandang penuh
Dihalang kaca peluh

Sengatan mentari
Menari-nari di baju kurung kuningnya

senyumnya kuat membujuk
Kerlingan matanya buat takjub
Melumpuhkan hatiku di sejuk kutub

Aku terpenjara pesona hijabnya
Di sudut terkutuk aku meracau

aku laki-laki pemalu
mampu berdiri di pintu
kabur dilamun buntu

Teruntuk S_R
2016 

Kerudung Biru

Aku berkelana seperdua windu
Meninggalkan sepah atau sengaja mencari nestapa
Kala itu empedu manis-manisnya

Bila datang di kota batu
Ingin aku gandeng kau hingga matahari menuruni cakrawala
Sebalik pulau penyengat

Aku terjaga di dermaga hati,
Berlabuh dengan wajahmu kini
Melukis dirimu di bawah bintang-gemintang
Sampai redupnya bulan
Sampai laut terang berkaca-kaca
Sampai surut tampak pasir putihnya

Mengitari Sri Bintan Pura
Apakah aku disambut senyummu
Atau kembali dengan kehampaan
Sudah tutupkah gerbang kebisuan
Gelaplah jiwa pengembaraan

Bagaimana cabar terkisah
Paduan terindah
Surat melayang terbelah-belah

Tinjau meninjau kerinduan
Terhalang sempadan kekalutan

Akankah kau terang dilangit yang dua

Jika masih ada kesempatan
Jika selalu sendiri
Teruntai kata

Walau tiba ajalku
Akan kutemukan dirimu
Kejora cinta

Buat M_S

Kekasih Tanjung Malam

Desir angin mengiang-ngiang
Arus rindu terbuang-sayang
Kian bayang jauh di pelupuh mata
Kian malang badai dekat menerpa
Sedang aku dilebur ombak di batu kasah
Air matamu menjadi tinta di waktu berpisah
Dermaga bisu melambai tanganmu yang basah
Semakin jauh
semakin riuh
semakin rusuh
Memberi harapan dikala berlabuh

Tuhan ulurkan kekuataan perisai rindu
Tersebab bendungan air mata melimpah-ruah di kamar syahdu

Mengiba kekasih di tanjung malam,
Dikau dekap tempa sadarku di pijar sulam
Hangat belaian mumengejutkan ke sadaran lama
Banyak kau buang
Sedikit kau sumbang
Mungkin ini malam kekasih
Pikirku menerjang
Sendiri termangu perih menyeru
Seakan tanda tak mungkin palsu
Kini engkau jua kekasih dulu
Selalu temaniku dalam malam ini
Lelap tidurku merangkai mimpi

Baca Juga :  Ini Permintaan KLHK Terhadap PT Merbau Pelalawan

MoSa adalah mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Lancang Kuning

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *