BengkalisRiau

Ramah Lingkungan, Petambak Diberi Sertifikat CBIB

RiauKepri.com, PEKANBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau menyerahkan sertifikat cara budidaya ikan yang baik (CBIB) kepada petambak udang yang memenuhi syarat terutama bagi tambak yang ramah lingkungan. 

Penyerahan sertifikat CBIB langsung dilakukan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Riau, Herman Mahmud, Selasa (16/10/2018) di ruang rapat kantor dinas.

Dalam sambutannya, Herman Mahmud selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau mengucapkan selamat kepada penerima sertifikat CBIB. “Karena untuk menerima sertifikat tersebut dilakukan seleksi yang sangat ketat melalui team auditor yang ditunjuk oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,” jelasnya.

Selain itu, melalui tahapan-tahapan maksimal untuk diputuskan apakah yang bersangkutan layak atau tidak untuk menerima sertifikat. Dengan penerimaan sertifikat ini dinilai telah melakukan standard operational procedure (SOP) mulai dari pra operasional, pemasukan benur, pengelolaan sampai panen hasil produksinya sehingga tercapainya keamanan pangan yang layak memasuki pasar bebas.

Herman berharap seluruh petambak yang ada dapat melaksanakan SOP yang telah ditetapkan. Dalam hal ini bukan berarti petambak yang lain tidak layak dikonsumsi hasil panennyam tetapi ada beberapa prosedur yang harus dibenahi.

Untuk saat ini, dari seluruh petambak yang ada di Kabupaten Bengkalis terutama petambak udang vaname baru ada 5 petambak yang menerima sertifikat CBIB ini. “Keberadaan sertifikat ini dibutuhkan oleh setiap petambak karena hasil panennya bisa diterima di pasar internasional karena sudah memenuhi standard dasar yaitu ramah lingkungan untuk tercapainya keamanan pangan,” kata Herman Mahmud.

Dengan adanya petambak di Bengkalis yang sudah menerima sertifikat CBIB ini akan memotivasi bagi petambak lainnya untuk lebih intensive memenuhi standard tersebut.

Pada kesempatan penerimaan sertifikat CBIB kemarin, Muzamil selaku Ketua Asosiasi Perkumpulan Petambak Udang Kabupaten Bengkalis (PPUB) yang juga penerima sertifikat CBIB mengatakan penghargaan setingi-tingginya kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis yang telah memberikan perhatian penuh kepada para petambak udang di Bengkalis. Memberikan bimbingan dan dukungan sehingga menjadikan usaha budidaya udang dapat dilakukan sesuai standard yang dibutuhkan dan secara langsung dilakukan oleh pelaku lokal dengan memanfaatkan lahan yang ada, tidak menjadi penonton. “Eksistensi petambak juga melibatkan masyarakat sekitarnya terutama dalam memenuhi lapangan kerja,” jelas Muzamil.

Baca Juga :  81 JCH Meranti Dilepaskan, Ini Doa Said Hasyim

Pelaku Petambak Udang di Bengkalis melaksanakan usaha di lokasi lahan yang mereka miliki, sehingga usaha petambak tidak pernah mengalami sengketa. Secara umum, masyarakat disekitarnya merasakan efek ekonomi.

Untuk itu, kata Muzamil diharapkan dukungan semua pihak dalam proses penggalian potensi ini, jika terjadi kecurangan atau kekurangan dalam pelaksanaannya dapat didiskusikan bersama, sehingga usaha di sektor perikanan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. (RK4)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *