Tujuh Pramusaji dan Puluhan Miras Diamankan Satpol PP Siak

RiauKepri.com, SIAK– Setidaknya tujuh pramusaji terjaring razia Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Peraja) Kabupaten Siak. Tak hanya itu, 39 jenis Minuman Keras (Miras) berbagai merek juga disita penegak peraturan daerah itu.

Razia yang dilakukan Satpol PP ini, Jum’at (26/10/2018) dini hari, sebagai upaya menegakan Perda nomor 05/2007 tentang larangan pemberantasan dan penanggulangan penyakit masyarakat atau maksiat.

Kakan Satpol Kabupaten Siak Kharuddin, S Sos M.Si saat di hubungi via telepon mengatakan, kegiatan ini digelar secara rutin yang bertujuan untuk mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat).

“Kegiatan ini kita lakukan secara rutin, dalam menjamin suasana yang yaman, di wilayah kabupaten Siak. Operasi juga kita gelar juga melibatkan aparat TNI dan pihak desa setempat,” kata Kaharuddin.

Baca Juga :  Bantu Pencegahan Covid-19, Kwarda Riau Terima Penghargaan dari Kwarnas Gerakan Pramuka

Sebutnya lagi, razia yang dilakukan Kamis dini hari itu berada di tiga lokasi, tepatnya di Jalan Pemda Kilometer 8 Koto Gasib, Kampung Seri Gemilang, dan Jalan Pipa Kecamatan Tualang. Di sepanjang jalan tersebut terdapat warung dan kafe yang dicurigai menjual minuman keras dan praktik prostitusi.

“Target kita dalam operasi gabungan kemarin adalah warung remang-remang yang di dalamnya menjual minuman keras dan aktivitas protitusi Pekerja Seks Komersil,” ujar mantan Kadishub Siak itu.

Lanjut kata dia, operasi yang dilakukan di tiga titik terjaring 7 orang pramusaji dan di temukan 39 jenis minuman keras berbagai merk. Ke tujuh pramusaji beserta belasan dus miras di gelandang ke markas satpol PP Siak mengunakan trak, guna dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga :  Begini Kronologis 54 Pelajar Cewek di Pekanbaru Sayat Tangan Sendiri

Usai diperiksa, selanjutnya mereka di titipkan di gedung miliki dinas sosial kabupaten Siak.

“Dalam razia kamis dini hari kemarin, terjaring tujuh orang pramusaji, setelah di periksa identitas mereka, ternyata ke tujuhnya bukan warga Siak, melainkan mereka pendatang yang memang bekerja di Siak dan ke tujuhnya berstatus janda,” terang Kaharuddin.

Dalam rangka menjamin ketertiban umum, serta mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat). Yang terdapat pada perda nomor 05/2007 tentang pemberantasan dan penanggulangan penyakit masyarakat atau maksiat. Dan perda nomor 11/2007 tentang larangan penyalahgunaan bangunan. Pihak akan terus secara rutin melakukan operasi dan penertipan. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *