Banjir di Inhu Telan Korban Nyawa Dua Bocah

Ilustrasi. (Net)

RiauKepri.com, INHU- Malang datang tak mengetuk pintu, dua bocah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi korban akibat tenggelam di air banjir yang terus meluas dan dalam.

Kasus pertama.terjadi pada Sabtu (10/11/18), di Kecamatan Kuala Cenaku, Inhu. Saat itu seorang bocah yang baru berusia 11 bulan bernama Umaira Sari Maulidani putri pasangan Reno Saputra (27) dan Syarifah Mutiah (23) yang beralamat di Dusun Mekar Jaya RT.009/RW.005 Desa Kuala Cenaku Kec. Kuala Cenaku, Inhu. Ditemukan meninggal disamping pintu bawah rumahnya yang tergenang air dengan kedalaman lebih kurang 50 CM.

“Pada Sabtu (10/11/18) sekira pukul 11.30 Wib, korban ditemukan disamping pintu bawah rumahnya yang tergenang air dengan kedalaman lebih kurang 50 CM. Setelah sebelumnya ibu korban yang akan mandi menitipkan korban yang saat itu tengah bermain di depan televisi kepada neneknya yang tengah menyetrika,” ujar PS Paur Humas Polres Inhu Bripka Misran Sabtu (10/11/18).

Baca Juga :  Riau Terima 8.500 APD dan 4.800 Rapid Tes dari Pusat

Selang beberapa lama kemudian nenek nya tidak melihat cucu nya tersebut dan mencari di dalam rumah namun tidak ditemukan, kemudian bersama ibu korban dan tetangga sebelah rumah mencari korban keluar rumah dan korban ditemukan disamping pintu bawah rumah korban yang tergenang air dengan kedalaman lebih kurang 50 CM.

“Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kuala Cenaku untuk dilakukan pertolongan, sesampai di Puskesmas Kuala Cenaku korban dinyatakan Meninggal Dunia dan korban dibawa kembali ke rumah duka,” ungkapnya.

Baca Juga :  Syamsuar: Jangan Jual Lahan TORA

Sementara itu dihari yang sama, tepatnya pada Sabtu (10/11/18) sekira pukul 17.45 Wib seorang bocah bernama Dimas Febrianto (7) ditemukan tersangkut di sebuah batang pohon setelah terseret banjir di Jalan Teluk Erong Kelurahan Kampung Dagang Kecamatan Rengat, Inhu.

Korban yang merupakan putra pasangan Sugiarto (37) dan Lis Rumansyah (35) yang beralamat di Jalan Pasir Jaya RT 07 RW 04 Desa Kuba Kecamatan Rengat, Inhu sekira pukul 16.00 Wib bersama ibu dan abangya yang bernama Endah Aprianda Pratama (11) pergi dari rumah menuju ke lokasi banjir di Jalan Teluk Erong Kelurahan Kampung Dagang untuk bermain air yang banyak dikunjungi warga sekitar.

Baca Juga :  Hadapi Pandemi Covid-19, Bumdesa MJ Pakning Asal Produksi Hand Sanitizer

“Saat tengah asik bermain air, abang korban melihat ada tangan orang yang terseret arus air banjir, namun tidak mengira bahwa itu merupakan Korban. Seketika abang korban pergi mencari Ibunya dan menanyakan keberadaan korban, akan tetapi Ibu korban juga tidak mengetahui keberadaan korban,” tandasnya.

“Setelah tidak menemukan korban, abang korban kemudian memberitahukan ke warga sekitar bahwa adiknya tenggelam. Karena abang korban sebelumnya ada melihat tangan orang yang terseret arus air banjir. Setelah dilakukan pencarian oleh warga sekira pukul 17.45 Wib korban ditemukan tersangkut di sebuah batang pohon,” jelasnya.

sumber: riauterkini.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *