TNI AU Pekanbaru Paksa Turun Pesawat Asing Masuk Wilayah NKRI

Adegan pesawat asing saat diturunkan.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Pesawat militer asing masuk udara wilayah Riau dan diturunkan secara paksa oleh TNI Angkatan Udara Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kamis (22/11/2018). Sebab, pesawat tersebut tidak meminta izin dan membahayakan kedaulatan NKRI.

Kejadian itu berawal ketika Lanud RSN Pekanbaru mendapat informasi, telah terdeteksi Lasa-X (pesawat tidak dikenal) pada pukul 14.00 WIB. Mereka melintasi udara Riau.

Informasi pelanggaran wilayah udara tersebut disampaikan Asops Kosekhanudnas III Medan. Selanjutnya, Komando Atas memerintahkan 1 Flight pesawat F-16 untuk melaksanakan identifikasi serta penindakan terhadap pesawat tersebut.

Baca Juga :  Hari Ini, 128 Positif Covid di Riau, 87 Pasien Sembuh

“Tim mendeteksi bawah pesawat militer dengan dengan kursi ganda itu masuk wilayah NKRI dengan alasan mengalami kerusakan alat navigasi,” ujar Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Ronny Irianto Moningka.

Kemudian Komando Atas memerintahkan flight pesawat F-16 tersebut untuk melaksanakan force down terhadap pesawat asing ke Lanud Roesmin Nurjadin. Pesawat Lasa X itu jenis pesawat tempur Hawk 100/200.

Kadisops Lanud RSN Kolonel Pnb Jajang Setyawan dibantu Kasiopslat dan Kasi Base Ops langsung mengkoordinir kesiapan semua unsur untuk melaksanakan penanganan force down sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Dosen Teladan Asal Meranti Bawa 4 Mahasiswa Riau Harumkan Nama Indonesia

“Saat itu, kondisi Apron Base Ops Lanud RSN sedang dilaksanakan overlay, sehingga untuk penanganan force down dipilih dilaksanakan di Apron Utara Bandara SSK II Pekanbaru,” terang Ronny.

Ronny menyebutkan, penurunan paksa pesawat asing itu merupakan latihan. Tujuannya, untuk melatihkan seluruh unsure yang terkait dengan penanganan force down.

“Kami berharap, dengan latihan ini maka seluruh unsur yang terkait dalam penanganan force down ini, paham dan mengilhami tugas-tugasnya. Sehingga dapat melaksanakan tugas dengan benar dan efektif jika suatu saat kita harus melaksanakan force down,” tegas Ronny.

Baca Juga :  Dasyatnya Narkoba Merasuk Orang Meranti, Wah...!

Tak hanya itu, latihan tersebut juga untuk mengecek dan mengevaluasi kecepatan dan response time kesiapan seluruh unsur yang terlibat disesuaikan dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Latihan ini melibatkan 2 Skadron tempur, yaitu Skadron Udara 12 dan Skadron Udara 16 serta 150 personel Lanud Roesmin Nurjadin terdiri dari Penerbang, Ground Crew, Paskhas Yonko 462, Satpomau, Intelijen, tenaga ‎medis, pemadam kebakaran dan pendukung operasi penerbangan lainnya. (RK1/rls)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close