BintanBudayaKepulauan Riau

Di Tanah Hang Tuah Penyair Nusantara Berjumpa, Tak Melayu Hilang di Dunia

RiauKepri.com, BINTAN – Di Tanah Hang Tuah, Bintan, Kepulauan Riau, 60 penyair dari Indonesia, Malaysia dan Singapura berjumpa dalam perhelatan Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB). Malam ini, Kamis (29/11/2018).

Sang penggagas, Rida K Liamsi, dalam sambutannya mengatakan, gagasan perhelatan ini merawat ingatan tentang sejarah. Di Bintan ini 800 tahun yang lalu, tercatat berbagai peristiwa sejarah dan lahir tokoh-tokoh Melayu yang besar.

“Menerbitkan buku bertema Hang Tuah, salah satu cara mengingat Hang Tuah. Tak Hilang Melayu di Dunia, dan inlah menjadi landasannya,” ungkap Rida.

Sebanyak 131 penyair mengirim puisi dan terkumpul sebanyak 1.000 puisi dalam “Jazirah” buku kumpulan puisi. Bercerita tentang tokoh-tokoh sejarah di tanah Melayu.

“Rangkaian helat akbar ini juga ada seminar dengan mengangkat sumbangan penyair kepada sejarah. Parade baca puisi, oleh penyair tentang Hang Tuah pada hari kedua,” ucap Rida.

Perhelatan malam ini, juga menyeragkan Anugerah Jambia Emas kepada Abdul Malik, Budayawan Kepri, yang telah banyak menulis tentang budaya Melayu. Kegiatan ini dipusatkan di Kompleks Purna MTQ Teluk Bakau.

Kegiatan ini dimulai dari prosesi Anugerah Jembia Emas 2018 yang merupakan hajatan rutin Yayasan Jembia Emas. Selanjutnya peluncuran buku antologi puisi Jazirah. Sebuah buku yang di dalamnya termaktub karya 131 penyair yang puisi-puisinya tentang Hang Tuah telah dinyatakan lolos kurasi dan menjadi persyaratan mengikuti festival sastra paling akbar di Kepulauan Riau tahun ini.

Nantinya puisi-puisi dalam buku ini pula yang akan dibacakan pada setiap panggung parade penyair di empat lokasi yang disediakan.

Satu dari empat panggung itu adalah di Kompleks Purna MTQ Bintan. Selain akan tampil para penyair utama, direncanakan Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Bupati Bintan Apri Sujadi juga akan ambil bagian membacakan puisinya di hadapan puluhan penyair mancanegara yang hadir.

Baca Juga :  Cerita Gubernur Kepri Jadi Nakhoda Taklukkan Gelombang Tinggi

”Ya, saya sudah minta Pak Apri ikut baca puisi di malam pembukaan,” kata Ketua Dewan Kesenian Kepri, Husnizar Hood yang juga penanggung jawab helatan ini.

Sementara itu, keseruan helatan FSIGB tidak hanya di Kompleks Purna MTQ Bintan. Masih ada dua hari ke depan yang akan penuh dengan senarai kegiatan. Dari seminar sastra internasional, senja di kaki Gunung Bintan, hingga Ziarah Budaya. Lalu rangkaian panjang ini akan berakhir Sabtu (1/12) malam mendatang di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman. (RK2/tanjungpinangpos)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *