Dari 1.077 Nelayan di Siak, Tinggal 58 Orang Belum Tercover BPAN

RiauKepri.com, SIAK– Dari jumlah 1.077 nelayan di Kabupaten Siak, sebanyak 1.019 sudah tercover Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN). Asuransi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara gratis tersebut sudah diberikan kepada nelayan sejak tahun 2016 hingga 2018. Asuransi tersebut sesuai dengan payung hukum peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2016.

“Total neyalan di Siak sebanyak 1.077 jiwa, sampai 2018 ini tinggal 58 orang lagi yang belum,” ujar Kadis Perikanan dan Peternakan Kab Siak, Susilawati, Jum’at (07/12/2018).

Baca Juga :  Mogok Kerja, PT Mentari dan Petani Merugi

Susi menjelaskan, di tahun 2018 pihaknya tidak lagi bisa melakukan pengusulan asuransi gratis bagi nelayan yang telah menerima di tahun 2016 dan 2017. Namun PT Jasindo menggucurkan program asuransi nelayan mandiri. Dan nelayanpun diharapkan mengikuti program asuransi dengan nilai premi Rp 175 ribu, Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu per tahun untuk setiap nelayan.

Sedangkan Program Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) Kementrian Kelautan dan Perikanan hanya berlaku selama 1 tahun. Jadi apabila masa berlaku asuransi telah habis, maka nelayan boleh ikut asuransi nelayan mandiri dari PT. Jasindo.

Baca Juga :  Gandeng Karang Taruna, Ketua Dharma Wanita Riau Beri Sembako

“Untuk tahun 2018 usulan asuransi nelayan program pemerintah sebanyak 225 nelayan,” imbuhnya.

Dijelaskannya, nelayan penerima asuransi mandiri tahun 2016 dan 2017 yang telah terbit kartu asuransinya sebanyak 11 nelayan, berasal dari kecamatan Mempura. Sedangkan yang masih proses di PT Jasindo berjumlah 50 nelayan yang berasal dari kecamatan Koto Gasib dan Sungai Apit.

Dirinya meminta para nelayan untuk memperhatikan masa berlaku asuransi, artinya jangan sampai diurus pada saat masa berlakunya sudah habis. Kartu tersebut sangat berguna untuk mengurus apabila nelayan mengalami kecelakaan atau sakit karena aktifitas sehari-hari.

Baca Juga :  Menunggu Replanting Sawit, Syamsuar Panen Semangka

Selain sektor perikanan tangkap, potensi perikanan budidaya di kabupaten Siak sangat besar, oleh karena itu dirinya mengajak seluruh nelayan untuk memanfaatkan potensi yang ada secara maksimal. Dengan harapan mewujudkan profesi nelayan, pembudidaya ikan sertal pengolah hasil perikanan menjadi masyarakat yang berpenghasilan tinggi. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *