BatamKepulauan Riau

Rakor Tolak Ex-officio Berbuntut Musdalub Kadin Batam?

RiauKepri.com, BATAM — Bertiup kabar keinginan untuk membuat mosi tak percaya berlanjut ke Musdalub menggantikan kepemimpinan Kadin Batam yang sekarang dipegang Jadi Raja Guguk. Sebab, Kadin Batam di bawah kepemimpinan Jadi Raja Gugguk dikhawatirkan dijadikan “alat” untuk membawa kepentingan tertentu.

Demikian kabar yang didapat riaukepri.com terkait dengan pelaksanaan Rakor “Menolak Ex-Officio sebagai Solusi Dualisme Tata Kelola Kewenangan Pembangunan di Batam” oleh Kadin Batam, 21 Desember 2018, di Hotel Aston, Pelita. Rakor dianggap sebagai upaya untuk menjastifikasi keinginan melawan kebijakan pemerintah untuk menjadikan Walikota Batam sebagai ex-officio Ketua BP Batam.

Anggota Dewan Pertimbangan Kadin Provinsi Kepri, H M Alfan Suhairi, menjawab media online ini membenarkan adanya kabar tersebut, tetapi ia mengaku belum dapat merincikannya lebih lanjut. “Saya dengar begitu, karena ada yang kecewa dengan pelaksanaan Rakor tersebut,” ujarnya.

Diperoleh informasi, Wakil Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik, Abdul Razak, disebut-sebut tak berkenan dengan muatan Rakor tersebut. Oleh karena itu, meskipun hadir, ia sama sekali tak mau membubuhkan tanda tangannya karena seanggapan Rakor dijadikan wadah untuk “melegalkan” penolakan kebijakan ex-officio Ketua BP Batam.

Menjawab riaukepri.com, Abdul Razak belum bersedia memberi tanggapan terkait dengan kabar tersebut karena sekarang ia fokus mau melaksanakan ibadah umrah.  “Sekarang saya di Pekanbaru, mau berangkat melaksanakan umrah. Nantilah setelah pulang dari umrah,” ujarnya.

Rakor yang dilaksanakan Kadin memang menuai kontra, antara lain disebabkan dijadikan ajang pembenaran untuk menolak kebijakan ex officio Ketua BP Batam. Bahkan sebelum Rakor dilaksanakan, konsep penolakan itu sudah dipersiapkan dan oleh karena itu tak bisa disebut sebagai keputusan Rakor.

Panglima Gagak Hitam, Udin Pelor, dalam kapasitasnya sebagai utusan Organda, sempat “ngamuk” dalam Rakor di tengah-tengah narasumber Ampuan Situmeang memberikan kajian hukum. Udin Pelor berdiri dan bersuara lantang memprotes tentang “jebakan” Rakor, lalu keluar dari ruangan. (RK3)

Baca Juga :  Usai Tinjau Rehab Kelas, Bupati Bintan Shalat Berjamaah Bersama Siswa
Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *