24 Januari Sat Nusapersada Ekspor Perdana Smarthome untuk Pegatron

Dari kiri ke kanan; Megawati, Komisaris Utama , Kustina, Direktur Independen (CFO) , Bidin Yusuf, Direktur (COO) dan Abidin, Direktur Utama (CEO) memberikan keterangan dalam Publik Expose Insidentil di kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kepri, di Batam, Kamis (3/1/2019). (f.ist)

RiauKepri.com, BATAM — Produsen produk-produk elektronik berteknologi tinggi terkemuka di Indonesia, PT Sat Nusapersada Tbk (kode BEI: PTSN) menyelenggarakan publik expose insidentil di kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kepri, di Batam, Kamis (3/1/2019).

Expose ini untuk memberikan informasi tambahan terkait rencana perseroan di tahun 2019 serta memberikan klarifikasi terhadap berbagai pemberitaan di media massa yang beredar beberapa waktu lalu.

Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Hasibuan buka suara soal Pegatron. Ia membenarkan bahwa pihaknya mendapat kontrak kerjasama dengan perusahaan asal Taiwan tersebut. Dan jika tidak ada aral melintang, ekspor perdana akan dilakukan pada 24 Januari ini untuk pasaran Amerika Serikat.

Baca Juga :  Buka Rakerwil I APEKSI Tahun 2019, Ini Pesan Gubernur Kepri

Abidin menegaskan, kontrak kerjasama antara PT. Sat Nusapersada dengan Pegatron adalah jenis produk yang smart home, bukan smart phone.

Penjelasan ini, kata Abidin sekaligus untuk meluruskan pemberitaan yang berkembang.

“Kerjasama yang dilakukan antara PT Sat Nusapersada Tbk dengan Pegatron bukan produk smart phone, melainkan smart home untuk pasaran Amerika Serikat,” ungkapnya.

Alat smarthome yang diproduksi, seperti modem, router, gateway, smart speaker, smart camera, dan beberapa lainnya. Menurut pengusaha asal Karimun ini, kontrak kerjasama berlangsung kurang lebih 4 tahun. Sementara untuk nilai investasinya, Abidin belum mau membocorkannya.

Kerjasama ini membutuhkan sebanyak 2.000 tenaga kerja. Pekerjaan produksinya sudah dimulai pada pekan pertama Januari ini.

Baca Juga :  Sekda Harus Mampu Menjadi Koki Yang Baik

Abidin juga mengatakan, mengingat kinerja keuangan perseroan yang membaik di tahun 2018, pada 2019 akan diadakan RUPS untuk memutuskan apakah akan dibagikan dividen tunai untuk para pemegang saham. Selain daripada itu, perseroan juga berencana untuk melepas 10 persen saham Treasury (sellback) di tahun 2019.

Pada tahun 2018, Perseroan telah memulai pembangunan Pabrik 12 dan pabrik 12A dimana akan mulai dapat dioperasikan paling lambat pada akhir bulan Januari 2019. Pabrik 12 terdiri dari 6 lantai dan akan digunakan untuk Project Pegatron. Sedangkan Pabrik 12A terdiri dari 5 lantai dimana sebagian digunakan untuk warehouse dan divisi Surface Mount Technology (SMT) dan lantai 4 dan 5 belum ditentukan penggunaannya dan dapat digunakan untuk project baru di tahun 2019.

Baca Juga :  Kekuatan Pertahanan Penting dalam Menjaga Poros Maritim

Menanggapi pemberitahaan bahwa Satnusa mendapatkan kontrak untuk memproduksi smartphone Iphone, Abidin sekali lagi menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan pernyataan apapun perihal akan memproduksi Iphone.

“Perseroan dengan ini menegaskan bahwa kerja sama dengan Pegatron bukan untuk memproduksi smartphone Iphone melainkan produk Smarthome,” tegasnya.

Abidin juga menghimbau kepada rekan media untuk mengacu pada keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan kepada OJK dan BEI.(RK/Helmi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *