RiauSiak

Ajukan Dua Perbup, Upaya Penataan Kawasan Obyek Wisata Kota Siak

RiauKepri.com, SIAK- Jumlah pengunjung di kawasan obyek wisata Kota Siak setiap tahunnya mengalami peningkatan, akibatnya lahan parkir yang tersedia tidak mampu menampung kendaraan para pelancong.

Lihat saja jika musim libur tiba, ribuan kendaraan roda dua dan roda empat berdatang ke Kota Siak, kendaraan parkir mengunakan badan jalan sehinga terjadi kemacetan parah dan kesanya tidak tertata rapi.

Menyikapi hal tersebut Dinas Pariwisata bekerjasa dengan Dinas Perhubungan, serta dinas terkait, duduk bersama mencari solusi bagai mana kawasan wisata ini menjadi ramah bagi para pengunjung yang datang berwisata.

Saat ini Dinas Pariwisata Siak sedang mengajukan dua rancangan Peraturan Bupati (Perbub) tentang kawasan 10 ribu langkah, dan Perbub tentang penataan kawasan obyek wisata.

“Saat ini kita sedang mengajukan draf rancangan Perbupnya, jika nanti disetujui bupati, kita melakukan sosialisasi dulu ke masyarakat, setelah itu baru kita terapkan,” ungkap Fauzi Asni beberapa waktu lalu di kantor Bupati Siak.

Dikatak Fauzi, ide ini sudah lama, namun baru sekarang dimulai. Rencana langkah pertama dimulai atau titik nolnya, dari turap belakang Mesjid Syahbuddin kemudian lanjut ke tepian bandar sungai jantan, belakang Gedung Tengku Mahratu, Kelenteng, pasar seni hingga berhakir di Istana Siak.

“Kita ingin para pengunjung masuk di kawasan wisata Kota Siak dengan berjalan kaki. Karena paket wisata sambil berjalan ini sudah menjadi tren di Indonesia dengan berjalan kaki sudah tentu sehat,” terang Fauzi.

“Diharapkan pengunjung bisa merasakan spot indah di setiap tiang tanda jarak kita berjalan. Apa lagi wisata jalan kaki tambah asyik ketika didukung infrastruktur yang disiapkan pemerintah berupa taman kota dan kawasan pedestrian yang nyaman,” sambung Fauzi.

Baca Juga :  LAMR Tabalkan Sutardji Sebagai Datuk Seri Pujangga Utama

Tidak itu saja, Dinas Pariwisata Siak bekerja sama dengan dinas Perhubungan akan memberlakukan buka tutup jalan di kawasan objek wisata Kota Siak pada hari Sabtu dan Ahad. Lebih tepatnya jalan yang akan diusulkan mulai Simpang Balai Kerapatan, sampai Simpang Sumber Gizi.

“Langkah ini kita lakukan agar menghindari penumpukan kendaraan di depan Istana sehingga memakan badan jalan, akibatnya jalan menjadi macet, kita harapkan setelah rencana ini berjalan saya yakin kedepan masalah macet dan penumpukan kendaraan tidak terjadi lagi,” terangnya.

Sementara konsep kawasan pariwisata yang ideal menurut kementrian pariwisata parkirnya harus terintergrasi. Sementara itu kawasan wisata kota Siak lahan parkir masih menjadi persoalan yang serius.

“Kita harapkan dua perbub yang kita usulkan, setelah di setujui bisa di tetapkan dan saat ini kita juga sedang memikirkan bagai mana pengelolaan destinasi obyek wisata Istana dan sekitarnya di kelola oleh satu lembaga, yang tujuannya selain pengelolaan nya terorganisasi dan juga serapan PAD pun dapat meningkat,” ujar Fauzi. (RK1/*)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *