Makan Burung Enggang, 2 Lelaki Kuansing Ini Dijerat Hukum

Paruh burung enggang yang berhasil disita polisi.

RiauKepri.com, KUANSING- Dua lelaki di Kuantan Sengingi (Kuansing), terpaksa berurusan dengan polisi lantaran burung engang hasil perburuan disembelih dan dimakan. Padahal satwa itu dilindungi. Satu dari lelaki itu berhasil diamankan.

Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustofa, membenarkan tindakan pidana membunuh satwa yang di lindungi. “Satu tersangka, Ah sudah kita amankan, satunya lagi Oy masih dalam lidik dan diprasangkan dengan Pasal 40 ayat (2) Yo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU No 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya,” kata Mustofa.

Baca Juga :  Bupati Amril Kunjungi Sahabat Lama Ayahndanya Ruslan Evendi Tarihoran

Mustofa menyebutkan, kasus ini terungkap dari informasi medsos facebook kemudian pihaknya melakukan pengecekan.

“Pada hari Jumat, tanggal 11 Desember 2019, sekira pukul 18.30 WIB telah diamankan 1 orang laki laki,” ujar Mustofa.

Pengakuan Ah, burung enggang atau rangkong tersebut ditangkap oleh Oy dengan menggunakan ketapel pada hari Selasa, tanggal 08 Januari 2019.

“Tersangka Ah bersama Oy (DPO) membunuh satwa yang dilindungi untuk dikomsumsi bersama di pondok tempat mereka tinggal dengan cara menyembelih menggunakan parang Ah,” ucap Mustofa.

Baca Juga :  TNI AL Tangkap Dua Kapal KIA Vietnam di Perairan Laut Natuna

Dari kasus ini, jelas Mustofa, Ah ditahan karena peranannya
memegang burung saat disembelih, menyiapkan air untuk memasak burung tersebut, dan ikut mengkomsumsi daging burung yang telah dimasak.

Oy, ucap Mustofa, berhasil melarikan diri lantaran foto-foto burung enggang yang diposting di facebok atas namanya banyak tanggapan. Tahu dirinya diincar polisi, Rabu tanggal 09 Januari 2019 Oy melarikan diri.

“Hubungan antara Oy dan Ah adalah sebagai teman bekerja dikebun karet untuk menderes karet,” kata Mustofa. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *