BengkalisBudayaRiau

Syaukani Al Karim: Tua dan Muda Ternyata Masih Cinta Sastra

RiauKepri.com, BENGKALIS- Ada yang menjadi daya tarik tersendiri di acara malam sastra sekaligus peringatan peristiwa heroik penuh sejarah Perang Sosoh di Pulau Bengkalis, Sabtu (12/1/2019) malam. Kegiatan yang ditaja Rumah Sastra Bengkalis (RSB) ini turut menghadirkan sejumlah seniman muda dan berbakat.

Selain penampilan puisi. Malam itu, mahasiswa STIE Syariah Bengkalis, jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Muhammad Irfan tampil dengan khas lukisannya. Mahasiswa semester tiga tersebut menyerahkan karya lukisannya kepada Ketua RSB Darma Firdaus S. Lukisan itu menjadi sebuah kenang-kenangan nantinya di RSB. Penyerahan lukisan tersebut mengawali acara malam sastra.

Kemudian, antara seniman penulis malam itu saling tukar buku karyanya. Tak terkecuali, seorang wanita penulis dan penyair Deliza Azis dengan karyanya yang saling tukar buku dengan Ketua RSB Darma Firdaus. Begitu pun Marzuli Ridwan Albantani turut tukar buku dengan Deliza Azis.

Sementara itu, dipemutaran Film Pendek Perang Sosoh. Tampak sejumlah aktor dan aktris yang memerankan film pendek tersebut. Mereka semua masih muda-muda dan memiliki semangat juang yang tinggi, sama seperti para pejuang di Perang Sosoh. Film pendek yang disutradarai Musrial Mustafa dkk, membuat para jemputan dan sastrawan yang hadir tak berkedip.

Film itu mengisahkan peristiwa sejarah Perang Agresi II Belanda pada tanggal 9 Januari 1949 di Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis. Pada malam sastra itu, Musrial Mustafa turut hadir didampingi Farhan selalu produser dari film pendek Perang Sosoh.

Tak kalah apik lagi, penampilan penyair senior kenamaan, R. Jamaluddin yang tampil bersama dengan group terbaiknya. R Jamaluddin usianya saat ini telah mencapai 70 tahun. Akan tetapi, usia itu justru menjadi penyemangat dirinya untuk terus berkarya hingga akhir hayat.

Baca Juga :  Defisit Rp 1,4 Triliun DPRD Minta OPD Stop Kegiatan

Ketua RSB Darma Firdaus mengaku sangat berterimakasih atas dukungan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan malam sastra ini.

“Alhamdulillah. Selesai sudah acara perdana rumah kita (rumah sastra bengkalis,red), semoga kedepannya bisa lebih eksis lagi. Mohon petunjuk senior semuo. Tabik salam hormat sayo selaku junior,”ucap Darma Firdaus via WhatsApp kemarin.

Sementara itu, Syaukani Al Karim yang merupakan sastrawan dan penyair asal Bengkalis. didaulat tampil dengan karyanya. Sebelum tampil, Syaukani turut tampil memberikan motivasi pada malam sastra. Berbagai kumpulan puisi telah dihasilkannya. Salah satu karyanya berjudul Hikayat Perjalanan Lumpur, terbita di Harian Riau Pos, selain itu Syaukani juga aktif di berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan.

Sebagai salah seorang anggota DPRD Bengkalis, Syaukani di malam sastra di taja Rumah Sastra Bengkalis wadah penggerak serta berhimpunnya para sastrawan Bengkalis ini turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

Syaukani malam itu juga didaulat turut membacakan karyanya dihadapan seluruh jemputan. Malam itu Syaukani mengambil tema puisi tentang cinta untuk istri tercinta. Judul puisi, kemana enggau menghalau.

“Tua dan muda hari ini ternyata masih cinta puisi, cinta sajak dan syair. Maka, seniman ini merupakan sebuah karya. Negara harus memfasilitasinya. Ibarat jika mau aman negara ini, maka harus diperhatikan itu adalah seniman, karena seniman lahir dari sejarah panjang,”ungkap Syaukani Al Karim. (RK1/kar)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *