HuKrimMerantiRiau

Mantan Kades Citra Damai Meranti Ditangkap di Rumah Isteri Kedua

RiauKepri.com, MERANTI- Pelarian M (41), mantan Kepala Desa (Kades) Citra Damai, Kabupaten Kepulauan Meranti, berkahir sudah. Dia yang diduga terlibat korupsi Anggaran Dana Desa merugikan negara hingga Rp 300 juta, selama ini buron dan ditangkap saat berada di rumah istri keduanya.

“Tersangka M sempat melarikan diri ke Sulawesi Utara. Kemudian, ‎anggota Reskrim mencarinya hingga berhasil meringkus tersangka di rumah istri keduanya, di Kota Mubagu,” ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Laode Proyek, Selasa (15/1/2019).

‎Laode menyebutkan, kini berkas perkara dan tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti sebagai proses tahap II. Kasusnya terjadi pada bulan Juli hingga Desember 2016 lalu, saat M masih menjabat sebagai Kepala Desa Citra Damai.

Anggaran Desa Citra Damai, Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti ditilapnya untuk kepentingan pribadi. Selai duit ADD dari negara, dia juga menggelapkan uang bantuan dari PT Sumatera Riang Lestari.

“Duit bantuan dari perusahaan PT SRL itu seharusnya untuk kepentingan masyarakat desa, tapi malah disalahgunakannya untuk kepentingan pribadi. Dia tidak dapat mempertanggung jawabkan penggunaannya,” jelas Laode.

‎Selain M, polisi juga menetapkan Bendahara Desa Citra Damai inisial Wag sebagai tersangka kedua. Perannya, Wag membantu M untuk menyelewengkan duit kas pemerintahan desa tersebut.

“Keduanya dijerat pasal 2 juncto Pasal 3, Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara,” tegas Laode. (RK1/*)

Baca Juga :  Upaya Syamsuar Bangun Ekonomi, Bank Riau-Kepri Bakal Jadi Syariah
Tags
Show More

Related Articles

3 thoughts on “Mantan Kades Citra Damai Meranti Ditangkap di Rumah Isteri Kedua”

  1. Tegakkan Hukum setegak-tegaknya….
    Perlu Bapak Penegak Hukum yang terhormat.. Bapak Taukan SK (surat Keputusan) Bendahara Desa itu darimana..? dari Kepala Desa kan..?
    Omong Kosong seandainya Bendahara ditangkap, Boleh Bapak Cek di Kepulauan Meranti. Ada tidak para bendahara memegang uang setelah narik dari rekening kas Desa. Semuanya di pegang sama Kepala Desa Pak..! Bendahara kok ikut terlibat, .? aneh ya.

    SK kan bendahara dari Bupati, niscaya takkan terjadi lagi yang seperti ini. Kalau masih SK para bendahara dari Kepala Desa… akan ada 99 Bendahara desa seKepulauan Meranti yang akan ditangkap lagi. Para Bendahara terpaksa ikut apa kata Kepala Desa itulah yang terjadi. Bapak salah Tangkap….. Aneh Kali lah Bapak Penegak Hukum ini… di akhirat Perlu diingat juga pak.. pak…
    Yang Korupsi dah jelas menikmati, yang kasian yang tidak ada dosa ini, …….

  2. Tegakkan Hukum setegak-tegaknya….
    Perlu Bapak Penegak Hukum yang terhormat.. Bapak Taukan SK (surat Keputusan) Bendahara Desa itu darimana..? dari Kepala Desa kan..?
    Omong Kosong seandainya Bendahara ditangkap, Boleh Bapak Cek di Kepulauan Meranti. Ada tidak para bendahara memegang uang setelah narik dari rekening kas Desa. Semuanya di pegang sama Kepala Desa Pak..! Bendahara kok ikut terlibat, .? aneh ya.

    SK kan bendahara dari Bupati, niscaya takkan terjadi lagi yang seperti ini. Kalau masih SK para bendahara dari Kepala Desa… akan ada 99 Bendahara desa seKepulauan Meranti yang akan ditangkap lagi. Para Bendahara terpaksa ikut apa kata Kepala Desa itulah yang terjadi. Bapak salah Tangkap….. Aneh Kali lah Bapak Penegak Hukum ini… di akhirat Perlu diingat juga pak.. pak…
    Yang Korupsi dah jelas menikmati, yang kasian yang tidak ada dosa ini, …….

    Jika Komentar ini tidak dipublikasi berarti anda juga akan Menanggung nanti diakhirat… Allahu Akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *