NusantaraRiauSiak

Ini Kesan Menteri Luhut Setelah Keliling Istana Siak dan Mendengar Komet

RiauKepri.com, SIAK- Decak rasa kagum keluar dari mulut Menko Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan, setelah dibawa berkeliling Istana Siak dan mendengarkan musik Bethoven dari Komet yang diputarkan di dalam istana.

Luhut takjub melihat kemegahan Istana peninggalan Sultan Siak Sri Indrapura didampingi Bupati Siak, Drs H Syamsuar, Walikota Pekanbaru Firdaus MT serta Bupati Rokan Hilir Suyatno, Menteri kelahiran Simargala Sumatera Utara tahun 1947 ini berkeliling melihat seluruh isi Istana yang masih terjaga dan terawat meski usianya sudah ratusan tahun.

Alat Musik Komet yang hanya tinggal 2 di Dunia yakni, di Negera Jerman dan Istana Siak, Komet bisa ia dengarkan. Selama 10 menit komet diputar dengan alunan musik Bethoven, membuat LBP terkesima dan mengaku merasakan aura Sultan Siak juga ada di sana.

“Pertama saya bernostalgia,” katanya sambil membawa rekan-rekan media bercanda dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Riau terpilih Drs H Syamsuar MSi yang telah mengundangnya datang ke Siak.

LBP juga menceritakan dirinya kecil dulu sering dibawa melintasi Sungai Siak oleh sang ayah menggunakan perahu atau speedboat. Kondisi depan Istana Siak yang dulunya dilihat LBP masih banyak bangunam kayu, sekarang justru disulap menjadi taman dan tempat berekreasi.

“Saya sangat terharu dengan semua ini, Sultan menyerahkan kerajaannya ini serta hartanya kepada Negara RI untuk membantu perjuangan kemerdekaan RI. Ini suatu semangat dan spirit bagi kita generasi penerus bangsa,” kata Luhut kepada wartawan.

Menurut Luhut yang tahu banyak tentang sejarah kerajaan Siak Sri Indrapura, apa yang sudah dilakukan Sultan Siak ini patut dicontohnya generasi penerus bangsa. Jangan NKRI yang sudah ada sejak zaman dahulu itu dinodai dengan perbedaan dan permusuhan serta dendam.

Baca Juga :  DPRD Riau Pertegas Kemenangan Syamsuar-Edy Nasution

“Saya merasakan ada aura dari Sultan, apa karena saya yang terlalu sensitif. Namun saya sampaikan pesan damai kepada kita semua, sampaikan yang benar jika itu benar, dan sampaikan yang salah jika itu salah. Sebab dari dulu bangsa Indonesia ini hidup rukun dan damai meski ada perbedaan. Buktinya di Siak ada Klenteng ada Gereja zaman Sultan berjaya dan kini usianya ratusan tahun tapi tetap terjaga,” kata Luhut. (RK/*)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *