Kasihan, Warga Pelalawan Ini Jatuh ke Sungai Pas Pula Ayan Kambuh

Ilustrasi (net)

RiauKepri.com, PELALAWAN- Kasihan. Saat mancing ‎Thomson Situmorang (29), petani di Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan, Riau, terjatuh ke sungai. Saat bersamaan penyakit ayan alias epilepsi kambuh hingga korban tenggelam dan menghilang dari permukaan air.

‎”Korban sempat hilang selama 23 jam, namun berhasil ditemukan tim gabungan TNI Polri serta Basarnas yang mencarinya. Korban ditemukan meninggal dunia di Sungai Pamai, Desa Kesuma,” ujar Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, Sabtu (19/1/2019).

Awalnya, salah seorang warga yaitu Apriyono (30), warga Desa Kesuma saat itu sedang memancing di Sungai Pamai tersebut. Kemudian dia melihat korban datang dan tiba di tepian Sungai Pamai.

Baca Juga :  Kementerian Pariwisata dan Bekraf Taja "Sosialisasi Manajemen Royalti di Bidang Musik" di Riau

“Tiba-tiba korban kejang-kejang dan langsung terjatuh ke dalam sungai tersebut.

Melihat korban terjatuh, Apriyono langsung terjun ke sungai hendak menolong korban. Namun karena arus sungai tersebut deras, akhirnya korban tidak tertolong,” kata Kaswandi.

Apriyono pun langsung menginformasikan kejadian itu ke polisi, lalu dilanjutkan ke tim Basarnas untuk bersama-sama mencari keberadaan korban.

Upaya yang sudah dilakukan, warga sudah berupaya untuk masuk ke dasar sungai namun tidak bisa dikarenakan arus air pada sungai tersebut cukup deras.

Dalam upaya pencarian tersebut, korban dapat ditemukan pada Jumat (18/1) sekitar pukul 16.00 Wib, dengan jarak sekitar 100 Meter dari tempat korban tenggelam.

Baca Juga :  Gemmas Tuntut Janji Jokowi Copot Sejumlah Jabatan Keamanan

Kemudian korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan visum terhadap korban, karena korban memiliki riwayat penyakit epilepsi serta tidak ada tuntutan dalam kejadian tenggelamnya korban tersebut dari keluarga.

“Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, selama ini korban memiliki penyakit ayan atau epilepsi. Korban juga sudah sering diingatkan oleh keluarga agar tidak main ke sungai sendirian,” jelas Kaswandi. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *