BengkalisHuKrimRiau

Oknum Kades Pedekik Dipenjara

RiauKepri.com, BENGKALIS- Js (53) yang kini menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Pedekik, Kabupaten Bengkalis, kini mengisi hari-harinya di balik jeruji besi. Apa pasal? Pasalnya, setelah melalui proses penyidikan dan gelar perkara dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan terhadap seorang pelajar.

Penetapan tersangka yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan anak dibawah umur tersebut, disampaikan Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto melalui Paur Humas Polres Bengkalis Iptu Kusmandar Subekti, kepada watawan Selasa (12/2/2019).

Menurut Kusmandar satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis menindak cepat laporan MAH (56) warga Desa Padekik, Kecamatan Bengkalis, terkait tindak pidana pencabulan terhadap anaknya, Rabu (6/2/2019) lalu. Atas laporan tersebut, Satreskrim Polres Bengkalis Senin kemarin sudah menetapkan tersangka terkait kasus ini.

Subekti menjelaskan penetapan tersangka dilakukan setelah Satreskrim melakukan gelar perkara dari penyelidikan yang dilakukan.

“Senin kemarin dilakukan gelar perkara di ruangan Patria Tama oleh Satreskrim. Kapolres Bengkalis langsung yang menyaksikan gelar pekara ini,” kata Subekti.

Menurut Subekti, dari hasil gelar perkara Satreskrim menetapkan salah satu saksi yang diperiksa saat penyelidikan kemarin sebagai tersangka. Tersangka tersebut berinisial Js yang ternyata Kepala Desa (Kades) Padekik yang masih menjabat.

“Siang kemarin gelar perkara, kemudian langsung ditetapkan tersangkanya J yang merupakan Kades Padekik. Saat ini sudah dilakukan penahanan,” ungkapnya.

Menurutnya lagi, dari hasil penyelidikan, pencabulan dilakukan oknum Kades ini pertama kali dilakukan kepada korbannya Bunga (15)-nama samaran, sejak Desember 2018.

Kasus ini bermula saat Js menghubungi korban dengan modus akan membantu pengurusan kartu indonesia pintarnya.

“Ketika korban dihubungi J, dia meminta untuk bertemu korban. Lantas membawa korban jalan-jalan dengan menggunakan mobil,” jelasnya.

Entah setan apa yang merasuki Js ketika itu. Sehingga nafsunya tidak terbendung dan merayu korban hingga akhirnya Bunga pasrah diperlakukan tidak layak dan dicabuli Js.

Baca Juga :  LAMR Tidak Mengadu Fadli Berkaitan dengan Pencopotan Pejabat

Mirisnya lagi, usai mencabuli Bunga. Js yang merupakan warga asli Selatpanjang dan diberi amanah menjabat Kades baru beberapa bulan di Pedekik itu memberikan uang kepada Bunga.

Hingga hari berganti hari, hubungan keduanya berjalan mulus, sampai-sampai oknum Kades rela habis hartanya agar Bunga tidak buka mulut. Sampai bersedia memberikan bantuan kepada keluarga korban demi menutupi perbuatannya. Termasuk membantu pengurusan kartu Indonesia pintar ini.

Tidak hanya sampai disitu, ternyata perbuatan cabul tersebut tidak hanya dilakukan sekali. Tersangka Js terus melakukan perbuatan tersebut beberapa kali dan akhirnya diketahui orangtua korban pada Januari kemarin.

Tidak terima perlakuan cabul dilakukan terhadap anaknya Ibu korban MAH langsung melaporkan perbuatan tersangka ke Mapolres Bengkalis pada Rabu pekan lalu. “Kita terima laporannya pada Rabu kemarin, Satreskirim langsung melakukan penyelidikan,” ungkap Paur.

Akibat perbuatan ini Js terancam hukaman penjara diatas lima tahun. Oknum Kades ini dijerat dengan pasal 82 Junto Pasal 76 Huruf e Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Saat ini tersangka sudah kita tahan sejak sore kemarin di Mapolres Bengkalis. Petugas dari Satreskrim melakukan penyidikan lebih lanjut untuk melengkapi berkas agar bisa segera dilimpahkan ke Kejaksaan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seroang ibu berinisial MAH (56) Warga Desa Padekik Kecamatan Bengkalis mendatangi Polres, Rabu (6/2) lalu. Kedatangan MAH ke Mapolres guna melaporkan berbuatan tidak senonoh dilakukan terhadap anaknya ini kepada pihak Kepolisian.

Kedatangan MAH tidak sendiri, dia juga datang bersama anaknya yang masih berumur 15 tahun dan masih duduk di bangku setingkat SMP yang menjadi korban pencabulan. Kedatangan korban dengan ibunya ini didampingi langsung kuasa hukumnya.

Baca Juga :  Bahas Strategi Kegiatan, Bapenda Bengkalis Gelar Rapat Internal

Pelaporan tersebut dilakukan karena pihak keluarga tidak terima perbuatan cabul dilakukan kepada anaknya. Apalagi perbuatan tersebut dilakukan diduga pelaku lebih dari satu kali. (RK4/*)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *