“Hang Jebat” di Anjung Seni Idrus Tintin

RiauKepri.com, PEKANABARU – Teater Matan Riau kembali menggelar pementasan teater dengan judul “Tersebab Hang Jebat?” Pementasan ini akan berlangsung pada tanggal 1-2 Maret 2019 di Anjung Seni Idrus Tintin (Purna MTQ), Bandar Serai, Pekanbaru, Riau.

Menurut Ketua Teater Matan sekaligus penulis naskah dan sutradara “Tersebab Hang Jebat?”, Hang Kafrawi, pementasan ini merupakan upaya mengangkat khazanah cerita Melayu masa lalu. Kafrawi menjelaskan bahwa cerita masa lalu, seperti Hikayat Hang Tuah, memiliki nilai-nilai orang Melayu dalam menentukan sikap hidup mereka.

“Pada hari ini, generasi muda Riau cuma kenal tokoh Hang Tuah atau Hang Jebat hanya sebatas nama jalan. Mereka tak mengetahui secara pasti bahkan tidak tahu peristiwa apa yang melekat pada tokoh-tokoh ini, sehingga diabadikan menjadi nama jalan,” jelas Hang Kafrawi yang juga Ketua Program Studi Sastra Indonesia dan Sastra Melayu, FIB Unilak ini.

Baca Juga :  Demokrat Bengkalis Gelar Rakorcab Mantapkan Pemenangan KBS

Hang Kafrawi juga menambahkan, dengan pementasan ini, paling tidak generasi muda Riau mengetahui peristiwa yang ada dalam Hikayat Hang Tuah. Dalam Hikayat Hang Tuah, kata Hang Kafrawi, banyak sekali sikap orang Melayu yabg dapat diteladani untuk masa kini.

“Tokoh Hang Jebat menjadi tokoh yang dapat diteladani dalam membela persaudaraan. Hang Jebat berani melawan penguasa (sultan) yang zalim. Hang Jebat menjadi tokoh pemberontakan masyarakat Melayu. Untuk kebenaran dan keadilan, Hang Jebat tidak gentar sedikit pun tampil ke depan, walaupun ia harus binasa,” ujar Hang Kafrawi.

Baca Juga :  Malam Pertama "Tersebab Hang Jebat?", Teater Matan Jual 600 Tiket

Tidak tokoh Hang Jebat saja, kata Kafrawi, tokoh Hang Tuah juga menjadi tauladan dalam membela kerajaan (negara). Hang Tuah, menurut Hang Kafrawi, berani mengorbankan apa saja demi kestabilan kerajaan dan Hang Tuah juga harus membunuh Hang Jebat, sahabat seperjuangan dari kecil, yang dianggap dapat mengganggu kestabilan kerajaan.

“Sikap tokoh-tokoh dalam Hikayat Hang Tuah masih relevan dengan kondisi kita hari ini. Inilah hebatnya cerita yang dikarang oleh orang Melayu masa lalu, ceritanya dapat dijadikan rujukan di segala zaman,” ujar Hang Kafrawi.

Baca Juga :  Nyat Kadir: Keberagaman Adat Istiadat Justru Dapat Memperkuat Persatuan

Hang Kafrawi juga menjelaskan bahwa pementasan Teater Matan ini dikemas dalam bentuk komedi. Esensi cerita, kata Kafrawi, tidak hilang. Komedi ditambah untuk bebeberapa dialog dalam beberapa adegan.

“Kami melakukan ini untuk daya tarik. Dengan komedi suasana bisa cair, sehingga pesan-pesan dari cerita dapat bekesan dan membekas bagi penonton,” jelas Kafrawi.

Untuk masyarakat yang mau menonton pergelaran ini, Teater Matan menjual tiket masuk. Harga tiket untuk pelajar dan mahasiswa sebsar Rp 25.000, umum Rp 35.000 dan tiket VIP Rp 200.000.

“Kami menjual tiket untuk menutupi biaya produksi. Proses latihan kami selama 5 bulan,” ucap Hang Kafrawi. (RK2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *