Riau Usulkan 61 Karya Budaya untuk Disertifikasi WBTB

Raja Yoserizal Zein.

RiauKepri.com, JAKARTA-Pertemuan Pemangku Kepentingan untuk Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tahun 2019, hari ini digelar di Jakarta. Riau melalui Dinas Kebudayaan mendaftarkan sebanyak 61 karya budaya untuk ditetapkan menjadi WBTb oleh Kemendikbud RI.

Bertempat di Hotel Millennium Sirih Jakarta, seluruh Dinas terkait di se-Indonesia mengikuti sejumlah rangkaian yang secara resmi dibuka petang ini oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud.
Mewakili Dirjen Kebudayaan, Nadjamuddin Ramli menyampaikan, sekitar 600 lebih karya budaya dari berbagai daerah telah masuk ke sekretariat.

“Hingga Selasa (26/02 red) baru sekitar 180 usulan karya budaya yang memenuhi syarat administrasi. Dan pada tahun ini kita hanya menetapkan 200 karya budaya saja,” sebutnya saat menyambut dan membuka kegiatan yang akan berlangsung hingga Jum’at nanti (1/3). BPNB (Balai Pelestarian Nilai Budaya) Tanjungpinang bersama
Dinas Kebudayaan Provinsi Riau selaku OPD yang bertanggung jawab menangani pengusulan di tingkat daerah, telah menyampaikan sebanyak 61 karya budaya.

Merespon pentingnya partisipasi aktif dari Kabupaten/Kota, sejumlah karya budaya tersebut diharapkan bisa lolos di tahap awal penyeleksian formulir dan administrasi.

“Disbud Riau telah menghimpun 61 karya budaya ke Kemendikbud hingga batas akhir yang ditentukan. Namun, kendala yang dihadapi ialah masih ada kabupaten/kota yang kurang serius untuk melengkapi data pendukung yang wajib disampaikan selain formulir pengusulan penetapan WBTb,” ungkap Raja Yoserizal Zen.
Dikatakannya, sejak Dinas Kebudayaan Provinsi Riau berdiri, sudah 25 karya budaya yang diperjuangkan sehingga saat ini Riau sudah memiliki 35 WBTb yang bersertifikat sejak tahun 2013. Karya budaya tersebut adalah:

Baca Juga :  Pembahasan RAPBD Kabupaten Siak Tahun 2020 Diharapkan Selesai Tepat Waktu

WARISAN BUDAYA TAKBENDA PROVINSI RIAU TAHUN 2013
1. TENUN SIAK (SIAK)
WARISAN BUDAYA TAKBENDA PROVINSI RIAU TAHUN 2015
1. KOBA (ROKAN HULU)
2. PACU JALUR (KUANTAN SINGINGI)
3. MENUMBAI (PELALAWAN)
WARISAN BUDAYA TAKBENDA PROVINSI RIAU TAHUN 2016
1. BEDEWO BONAI (ROKAN HULU)
2. CALEMPONG OGUONG (KAMPAR)
3. DEBUS INHU (INDRAGIRI HULU)
4. NYANYI PANJANG (PELALAWAN)
5. RANDAI KUANTAN (KUANTAN SINGINGI)
6. JOGET SONDE (MERANTI)
WARISAN BUDAYA TAKBENDA PROVINSI RIAU TAHUN 2017
1. BATOBO (KAMPAR)
2. RUMAH LONTIOK (KAMPAR)
3. SILAT PERISAI (KAMPAR)
4. SIJOBANG BUWONG GASIONG (KAMPAR)
5. MANONGKAH (INDRAGIRI HILIR)
6. ONDUO ROKAN (ROKAN HULU)
7. PERAHU BEGANDUANG (KUANTAN SINGINGI)
8. TUNJUK AJAR MELAYU (RIAU)
9. SELEMBAYUNG RIAU (RIAU)
10. ZAPIN API (BENGKALIS)
11. ZAPIN MESKOM (BENGKALIS)
WARISAN BUDAYA TAKBENDA PROVINSI RIAU TAHUN 2018
1. SILEK TIGO BULAN (ROKAN HULU)
2. RATIK BOSA / RATIK TOGAK (ROKAN HULU)
3. LUKAH GILO RIAU (ROKAN HULU)
4. GHATIB BEGHANYUT (SIAK)
5. SYAIR SIAK SRI INDRAPURA (SIAK)
6. TARI GENDONG (SIAK, MERANTI, BENGKALIS)
7. KAYAT KUANSING / KAYAT RANTAU KUANTAN (KUANTAN SINGINGI)
8. NANDUNG INDRAGIRI HULU (INDRAGIRI HULU)
9. SILAT PANGEAN (KUANTAN SINGINGI)
10. BELIAN (PELALAWAN)
11. BASIACUONG (KAMPAR)
12. PANTUN ATUI (KAMPAR)
13. BADONDONG (KAMPAR)
14. KOTIK ADAT KAMPAR (KAMPAR)

Baca Juga :  Mantap, Ternyata PM Malaysia Muhyiddin Yassin Keturunan Siak

Sementara untuk tahun 2019, Provinsi Riau mengusulkan karya budaya sebagai berikut:
1. Burung Kwayang
2. Upah-Upah
3. Tari Cegak
4. Silek Rokan
5. Sikusang
6. Ratok
7. Ketitah Losong
8. Antaukopa
9. Balimau Potang Mogang
10. Upacara Bergito
11. Sampan Kolek
12. Sampan Kotak
13. Asidah
14. Lempok
15. Dedap Durhaka
16. Zapin Pecah Duabelas
17. Zapin Siak
18. Tasik Putri Pepuyu
19. Begawai
20. Mauwo Danau
21. Surat Kapal
22. Tari Persembahan
23. Sempolet
24. Sicuriang
25. Penabalan Gelar Adat
26. Nasi Kuning
27. Balai Mukun
28. Togak Tonggol
29. Tari Poang
30. Bab Al-Qawa’id
31. Bubur Asyuro
32. Tepuk Tepung Tawar
33. Dikei Sakai
34. Gambus Selodang
35. Kompang
36. Nyanyi Panjang Sutan Pominggie
37. Nyanyi Panjang Tuanku Malin Dewa
38. Nyanyi Panjang Bujang Tianang
39. Nyanyi Panjang Lanang Bisai
40. Nyanyi Panjang Balam Ponganjuw
41. Tirik Laran
42. Syair Khabar Kiamat
43. Manopeng
44. Madihin Inhil
45. Sampan Leper
46. Tempuling
47. Pantolan
48. Pentol
49. Gendang Buluh
50. Kelintang
51. Sistem Paret
52. Semah Kampung
53. Kuda Lumping Inhil
54. Bakaroh
55. Tari Sondang
56. Mancokan
57. Bapukong
58. Pengantin Subuh
59. Berdah Inhil
60. Sistem Istilah Kekerabatan Riau
61. Olang-Olang

Baca Juga :  Penyaluran BLTD Tahap I Desa Sepahat Sebesar Rp 85,8 juta Berjalan Lancar

Karena masih banyak data pendukung yang belum memenuhi persyaratan, bahkan keterlambatan pengiriman kelengkapan dari Kabupaten/Kota, maka menjelang deadline, Riau hanya melengkapi 25 karya budaya saja. Ini tentu saja sangat disayangkan. Sebab, ketika uji kelayakan bahan usulan, tentulah Riau memiliki peluang yang kecil jika dibandingkan dengan provinsi yang mengirimkan lebih banyak lagi.

“Tahun depan, Provinsi Riau melalui Dinas Kebudayaan harus lebih giat dan serius dalam proses pengakuan karya budaya ini oleh Kemdikbud. Sebab, begitu banyak khasanah yang kita miliki harus bersertifikat, sehingga pelaku dan karya karya budaya itu bisa berkembang dan tidak punah, bahkan bisa diusulkan sebagai warisan budaya dunia ke sidang UNESCO, tegasnya. (RK1/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *