BudayaOpiniRiau

Teater Bangsawan

Teater Bangsawan merupakan kesenian Melayu yang sampai sekarang masih tetap dipentaskan. Di Riau, di masa lalu, Teater Bangsawan bahkan dipentaskan sampai ke ceruk-ceruk kampung. Kisah yang digelarkan tentang tokoh-tokoh berpengaruh dalam sejarah atau pun mitos Melayu. Sebut saja kisah sejarah Sultan Mahmud Mangkat di Julang, cerita legenda Hikayat Hang Tuah menjadi kisah yang sangat dekat dengan masyarakat Melayu pada masa lalu.

Ditelusuri asal-muasalal Teater Bangsawan, bahwa seni pertunjukan ini berasal dari orang Parsi yang berimigran ke India. Di India, kelompok Teater Bangsawan atau lebih dikenal dengan nama Wayang Parsi ini berada di puncak kejayaan pada tahun 1870. Pada tahun ini, Teater Bangsawan menjadi usaha yang gilang-gemilang dengan menggunakan bahasa Hindustan. Pada tahun 1880, Wayang Parsi mulai hijrah ke Penang (Malaysia). Di Penanglah Wayang Parsi lenbih dikenal dengan Teater Bangsawan. Orang-orang Melayu akhirnya terjun ke dunia seni pertunjukan ini. Dari Penang Teater Bangsawang mulai melebarkan sayapnya sampai ke Singapura, Sumatera dan Pulau Jawa. Memang terjadi pasang surut usaha Teater Bangsawan ini, namun di Tanah Melayu, khususnya di Riau, Teater Bangsawan mendapat tempat di hati masyarakat. Teater Bangsawan pun berkembang di daerah Riau Pesisir.

Pada hari ini, abad melenial ini, Teater Bangsawan masih mendapat tempat di hati masyarakat Riau. Beberapa kelompok teater modern Riau yang dimotori oleh generasi muda, berulang kali menggelarkan Teater Bangsawan ini. Di Pekanbaru ada kelompok Teater Selembayung, Teater Matan dan Latah Tuah menggelar Teater Bangsawan. Di Siak ada Kelompok Seni Pengat, di Indragiri Hilir ada Bengkel Kreasi Seni, Kabupaten Indragiri Hulu ada Teater Mini, Kabupaten Rokan Hilir ada Bulan Biru, dan di Kota Dumai ada kelompok Biduk Bertuah. Bahkan untuk melestarikan Teater Bangsawan ini, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kebudayaan, beberapa tahun lalu menaja Festival Teater Bangsawan, walaupun tidak berkelanjutan sampai saat ini.

Baca Juga :  Siak Sri Indrapura, Terkenal Gudangnya Naskah-naskah Melayu Lama

Sebenarnya, apa yang dikerjakan oleh teaterawan muda Riau dengan menggelar Teater Bangsawan pada ini, bukanlah hendak menggali kubur tradisi dan memghidupkan barang usang semata. Ada panggilan tanggung jawab memberikan identitas pada karya budak Riau hari ini. Teater Bangsawan pernah menjadi denyut nadi seni pertunjukan di negeri ini dan itu perlu disentuh dengan kreativitas sesuai dengan zaman, sehingga karya seni yang dihasilkan memiliki identitas dan dapat dijadikan wadah menampung nilai-nilai kearifan daerah ini.

Sebagai mana diketahui bersama, bahwa kisah yang dibentangkan dalam Teater Bangsawan selalu berangkat dari kisah-kisah besar masa lalu. Dari pergelaran Teater Bangsawan inilah generasi muda Riau hari ini dapat mengenal karakter dan sikap tokoh-tokoh Melayu masa lalu. Paling tidak dengan mengenal tokoh-tokoh besar Melayu ini, generasi muda Riau dapat menentukan sikap seperti apa untuk membesarkan Melayu. Inilah fungsi sebagai pengingat dan sekaligus penggugah kesadaran akan diri sendiri.

Selain itu, gaya lakon yang terdapat dalam Teater Bangsawan tidak tertinggal dengan gaya lakon teater modern yang mengadopsi Barat. Bahkan gaya lakon Teater Bangsawan sangat unik dengan membangun keaktoran yang mandiri. Aktor dituntut harus mampu berakting dengan baik menggunakan gestur, vokal dan ekspresi, aktor juga harus mampu menyanyi, menari dan juga harus bisa melakukan gerakan silat. Kompleksitas inilah yang membentuk aktor dalam Teater Bangsawan menjadi lebih dibandingkan aktor modern. Hal ini bukanlah mudah untuk dilakukan. Aktor harus benar-benar mengeluarkan kemampuannya untuk tampil sebagai bintang bangsawan; pandai nyanyi, menari dan juga bersilat. Tidak itu saja, aktor Teater Bangsawan hari ini harus juga memahami karakter tokoh yang sedang ia perankan. Ini menjadi modal dasar bagi aktor muda membentuk karakter orang Melayu, baik dari segi sosiologi, psikologi dan fisik tokoh yang sedang diperankan.

Baca Juga :  Tumbal

Tidak sampai di situ, seorang aktor Teater Bangsawan juga harus piawai melakukan improvisasi. Melakukan improvisasi bukanlah perkara mudah, sebab orang yang mampu melakukan improvisasi yang sesuai dengan garis ditetap (cerita) memerlukan keginiusan akal dan perasaannya. Hal ini juga yang meletakkan kesenian pada tataran ilmu pengetahuan berdasarkan perasaan. Ilmu pengetahuan akan lebih bermakna dengan dibancuh perasaan. Kepekaan menjadi kata kunci yang hendak dibangun oleh kesenian, sehingga menjadi generasi yang betul-betul mencintai negeri ini.

Segala akan bermuara kepada manfaat untuk membagun bangsa ini. Karya seni merupakan upaya membangun sikap dengan perasaan dan ini adalah pondasi. Rasa cinta kepada negeri akan melahirkan kehendak memajukan negeri ini berdasarkan kepentingan orang banyak, bukan berdasarkan kepentingan diri sendiri atah golongan. Dalam alam Melayu, karya seni yang baik itu adalah bermanfaat dan berfaedah bagi orang ramai.

Kembali kepada Teater Bangsawan. Pada hari ini, untuk menggelar Teater Bangsawan memang terasa sulit. Kesulitannya bukan masalah isi cerita atau pun pengetahuan akan Teater Bangsawan, namun lebih kepada biaya yang diperlukan. Untuk menggelar Teater Bangsawan memerlukan biaya yang cukup besar. Sebagai teater realis, segala di atas panggung harus sesuai dengan kenyataan. Kostum kerajaan, dekorasi kerajaan, dan pernik-pernik lainnya harus menyerupai kenyataan kerajaan. Hal inilah yang menyebabkan Teater Bangsawan mulai memudar, disebabkan besarnya biasa produksi. Perlu diakui bahwa pada hari ini, kendala terbesar kelompok seni yang ada di Riau adalah masalah minimnya, bahkan tidak memiliki biaya produksi. Salah satu penyebab tak ada biaya produksi adalah manajemen kelompok seni di Riau tidak tergarap dengan baik. Manajemen menjadi bagian terpenting dalam setiap produk yang hendak di produksi. Inilah kendala utama, sehingga banyak kelompok seni takut memproduksi karya mereka.

Teater Bangsawan merupakan pengabungan semua bentuk percabangan seni, seni musik, tari, seni rupa dan seni sastra. Dapat dikatakan bahwa Teater Bangsawan merangkul semua percabangan seni dengan porsi yang seimbang. Kompleksitas seni yang ada di Teater Bangsawan menyebabkan teater ini menjadi terasa ‘mewah’ dan memerlukan biaya tidak sedikit untuk memproduksinya.

Baca Juga :  Pengedar Narkoba di Dalam Lapas Bangkinang Ditangkap

‘Kedegilan’ pekerja senilah sehingga sampai saat ini pergelaran Teater Bangsawan diproduksi. Banyak biaya yang harus dikeluarkan dengan merogoh kocik sendiri. Mengharapkan pihak perusahaan besar di Riau membantu, memang seperti jauh api dari panggang. Pihak perusahaan yang memang berorientasi mencari keuntungan sebesar-besarnya menganggap karya seni hanya lapisan ke 10 yang tak perlu dibantu. Mungkin saja pihak perusahaan juga menganggap tidak mendatangkan keuntungan untuk membantu pementasab seni. Di sinilah peran pemerintah daerah harus ikut campur tangan. Namun nampaknya, pemerintah daerah juga tak mau ambil pusing. Mereka lebih mementingkan proyek mereka tanpa peduli akar rumput kesenian di Riau. Mereka tidak peduli keberlangsungan keberadaan kelompok seni di Riau. Bagi mereka, event kesenian yang mereka taja berlangsung dan masih ada kelompok seni mengisi acara mereka. Kekesalan juga terasa bagi para pekerja seni di Riau, sebab gedung seni pertunjukan terhebat di Sumatera bernama Anjung Seni Idrus Tintin itu, mengharuskan seniman merogoh kocek sendiri untuk menyewanya. Pekerja seni terkapang-kapang mencari duit, pihak pengelola Anjung Seni Idrus Tintin tak peduli itu. Bagi mereka PAD harus tercapai, walau harus mendera pekerja seni.

Selamat menikmati karya seni Teater Bangsawan, walau harus bersusah payah memproduksinya. Seniman berkaraya untuk menjawab tantangan bahwa mereka juga ikut andil membangun karakter anak bangsa. Semoga diberikan kekuatan bagi pekerja seni di Riau. Amin.

Hang Kafrawi nama pena Muhammad Kafrawi adalah Ketua Program Studi Sastra Indonesia dan Sastra Melayu, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning. Ia juga Ketua Teater Matan Riau.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *