Malunya, Dari 40 OPD di Riau Hanya 21 OPD yang Aktif Bayar Zakat

Syamsuar saat mengsosialisasikan kewajiban membayar zakat.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi, menyerukan kepada seluruh pegawai di Pemerintah Provinsi Riau untuk membayar zakat. Hal ini disampaikannya pada helat Sosialisasi Zakat kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan eselon III Provinsi Riau, Jumat (8/2/2019), di Masjid An-nur, Pekanbaru.

Diakhir seruannya, Syamsuar membeberkan data bahwa dari 40 OPD yang ada di Provinsi Riau hanya 21 OPD saja yang masih aktif membayar zakat mereka.

“Saya malu hati rasanya, padahal membayar zakat ini adalah kewajiban bagi kita semua. Dari 40 OPD hanya 21 OPD yang aktif membayar zakat,” beber Syamsuar.

Baca Juga :  Tokoh Minang Riau Sebut Syam-Edy Membangun Riau Secara Keseluruhan

Syamsuar menjelaskan, ada dua perintah kewajiban membayar zakat. Yakni, perintah dari Allah dan perintah dari negara yang tertuang dalam peraturan.

Dengan berzakat, jelas Syamsuar, maka kita semua bisa membantu kaum dhuafa di Riau ini. Karenanya bupati Siak dua priode ini mengetuk pintu hati ASN di Riau untuk membayar zakat. Sebab, di balik harta yang dimiliki ada hak orang lain.

“Mengetuk pintu hati ASN membayar zakat adalah kewajiban bagi seorang pemimpin karenanya saya mengajak seluruh ASN membayar zakat. Dengan berzakat kita bisa mengurangi angka kemiskinan,” ungkap Syamsuar.

Baca Juga :  Gandeng Karang Taruna, Ketua Dharma Wanita Riau Beri Sembako

Harapan Syamsuar, ASN di Riau harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam membayar zakat. Dan jika hal ini sudah dilakukan para ASN, maka dengan sendirinya masyarakat mengikutinya. Sebab, dengan berzakat dapat meningkatkan ketaqwaan kepada Allah.

Di hadapan puluhan ASN yang hadir, Syamsuar menceritakan pengalamannya membayar zakat yang sudah dilakukan sejak tahun 1996 hingga saat ini, bahkan ketika dia menjabat bupati Siak, kabupaten bekas Kerajaan Melayu Islam itu tercatat sebagai penerima zakat terbesar di Riau. Tahun 2018 lalu zakat yang berhasil dipungut Kabupaten Siak sebesar Rp14 miliar. (RK1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *